Menkop ungkap tantangan pacu UMKM masuk ekosistem digital

Menkop ungkap tantangan pacu UMKM masuk ekosistem digital

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. ANTARA/Antara News Bali.

Kami akan coba yang market demand-nya produknya ada, tapi belum terhubung. Misal karena kecil produksi UMKM-nya, ada yang perlu standarisasi produk atau ada yang dari aspek pembiayaan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan sejumlah tantangan untuk bisa terus mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masuk ekosistem digital.

Pemerintah sendiri menargetkan sebanyak 30 juta pelaku UMKM bisa terhubung ke ekosistem digital pada 2024 mendatang. Hingga Mei 2021 tercatat sudah ada 13,5 juta UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital.

"Pemerintah menargetkan di 2024 ada 30 juta pelaku UMKM (go digital). Kita mau dorong usaha mikro kita supaya terhubung ke ekosistem digital. Tantangan tidak sedikit. Ada problem literasi digital," kata Menkop UKM Teten Masduki dalam Dialog KADIN dan Shopee Indonesia - UMKM Indonesia Menuju Pasar Global yang digelar secara virtual, Senin.

Menurut Teten Masduki, masalah literasi digital, khususnya bagi pelaku usaha mikro, saat ini bisa diselesaikan dengan keberadaan reseller.

Masalah lainnya, lanjut dia, yakni soal kapasitas produksi UMKM. Terlebih ketika mereka masuk ke platform yang besar, UMKM juga harus memperhatikan kapasitas produksi.

Baca juga: Menkop UKM sebut digitalisasi bagian penting penguatan ekonomi UMKM

Teten Masduki menuturkan UMKM juga perlu memanfaatkan platform media sosial. Menurut dia, media sosial bisa menjadi fase sebelum UMKM masuk ke platform e-commerce besar.

Sejalan dengan itu, UMKM juga perlu memperhatikan kualitas dan daya saing produk. Menurut dia, produk UMKM nantinya tidak hanya akan menyasar pasar lokal tapi juga pasar global.

"Meskipun saya meyakini banyak sekali produk UMKM yang bagus kualitasnya tinggal diperbaiki packaging-nya, branding-nya. Kita harus siap masukkan produk kita keluar (negeri), ekspor," kata Teten Masduki.

Ia pun telah menggandeng marketplace untuk bisa mendorong ekspor produk UMKM.

"Kami akan coba yang market demand-nya produknya ada, tapi belum terhubung. Misal karena kecil produksi UMKM-nya, ada yang perlu standarisasi produk atau ada yang dari aspek pembiayaan. Kalau kita fokus siapkan produk UMKM yang bisa terhubung ke pasar global, saya kira kita akan bisa cepat," ujar Teten Masduki.

Baca juga: Menkop UKM: UMKM harus bertransformasi ke digitalisasi produksi

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkop UKM: Koperasi belum jadi pilihan utama ekonomi rakyat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar