IPB University mulai kegiatan awal "Landscape Assessment" di Jambi

IPB University mulai kegiatan awal "Landscape Assessment" di Jambi

Peserta kegiatan awal Landscape Assessment Penelitian CRC 990-EFForTS dari IPB University. ANTARA/HO-IPB University

dilaksanakan secara cepat dan intensif selama 4-5 bulan
Jakarta (ANTARA) - Para peneliti dari IPB University yang tergabung dalam Penelitian CRC 990-EFForTS mengikuti kegiatan awal Landscape Assessment di Jambi yang digelar beberapa waktu lalu.

Landscape Assessment (LA) bertujuan melakukan peningkatan secara integratif untuk mengkaji dinamika fungsi ekologi dan sosial-ekonomi di Provinsi Jambi, yang mencakup ragam tata guna lahan seperti hutan alam, semak belukar, kebun karet, dan kebun kelapa sawit pada skala lebih luas (landscape).

“Kegiatan asesmen lanskap integratif ini dilaksanakan pada 132 plot yakni 33 plot per ragam guna lahan dengan empat ulangan. Ada penambahan 100 plot baru seluas 50 m x 50 m dari fase sebelumnya (2012-2019) yang berjumlah 32 core plots dan juga terdapat penambahan kegiatan rapid field work,” ujar Wakil Rektor bidang Internasionalisasi, Kerjasama, dan Hubungan Alumni IPB University, Prof Dodik R Nurrochmat dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.

Pada kesempatan tersebut, Prof Dodik menjadi pembicara CRC 990-EFForTS dari pihak University of Goettingen dan Konsorsium Indonesia.

Baca juga: IPB bahas helminthiasis pada sapi, tingkatkan pengetahuan masyarakat
Baca juga: Empat Guru Besar IPB kemukakan pandangan terkait keanekaragaman hayati


Menurut Dosen IPB University dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan itu, plot penelitian Landscape Assessment merupakan kerja sama dengan petani sawit dan karet, serta institusi dan perusahaan.

Plot terdistribusi di beberapa wilayah di Provinsi Jambi yaitu Kabupaten Serolangun, Kabupaten Batanghari, Balai Taman Nasional Bukit Duabelas (BTNBD), PT Berkah Sawit Utama (BSU), PT REKI dan lainnya.

“Kegiatan lapang LA ini dilaksanakan secara cepat dan intensif (remote sampling) selama 4-5 bulan antara 24 Mei-Oktober 2021. Tim pelaksana penelitian seluruhnya adalah peneliti Indonesia, counterpart, dan para asisten sebanyak 40 asisten. Ini karena situasi pandemi yang tidak memungkinkan peneliti dari University of Goettingen untuk datang ke Indonesia, “ kata dia.

Kegiatan awal Landscape Assessment ini dihadiri oleh berbagai pihak yang terlibat dalam kerja sama penelitian CRC 990-EFForTS antara lain peneliti, asisten lapangan, counterpart, anggota Joint Management Board (JMB) dan staf kantor koordinasi dari Universitas Goettingen, IPB University, Universitas Jambi, dan Universitas Tadulako.

Untuk Informasi lebih lanjut terkait Landscape Assessment CRC 990-EFForTS, peneliti dapat mengunjungi laman web https://www.uni-goettingen.de/en/625527.html.

Baca juga: IPB University masuk peringkat 511-520 QS WUR 2021
Baca juga: IPB University kembangkan model kolaborasi pemberdayaan UKM pertanian
Baca juga: Pakar IPB apresiasi UDP yang beraktivitas dalam Data Desa Presisi

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar