BRI Insurance gandeng agen BRILink se-Indonesia lindungi UMKM

BRI Insurance gandeng agen BRILink se-Indonesia lindungi UMKM

Ilustrasi layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI (ANTARA Foto/ HO/Humas Kanwil BRI Makassar)

Jakarta (ANTARA) - PT BRI Asuransi Indonesia atau BRI Insurance (BRINS) bersinergi bersama induk usahanya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan menggandeng lebih dari ribuan Agen BRILink untuk melindungi aset usaha mikro.

"Memahami pentingnya perlindungan bagi pengusaha mikro tersebut yang sangat rentan terhadap terjadinya risiko, yang bisa berakibat kondisi keuangan, BRINS hadir untuk memenuhi kebutuhan pengusaha mikro untuk keberlangsungan jangka panjang usaha mereka dengan asuransi perlindungan yang terjangkau," kata Direktur Bisnis BRINS Budi Legowo dalam pernyataan di Jakarta, Senin.

Sebanyak 23 cabang BRINS yang tersebar di seluruh Indonesia melakukan sosialisasi dan edukasi kepada Agen BRILink terkait pentingnya perlindungan aset usaha untuk kepentingan jangka panjang.

"Kami memahami bahwa para pengusaha mikro masih belum terlalu mengenal kebutuhan perlindungan asuransi untuk aset usaha mereka. Pendampingan, edukasi, dan sosialisasi menjadi kunci utama BRINS agar para pengusaha mikro ini dapat meningkatkan dan mengembangkan bisnisnya secara aman dan tenang," ujar Budi.

Baca juga: BRI asuransikan hampir sejuta pengusaha mikro

Selain itu, Agen BRILink juga dibekali dengan aplikasi BRINSagent yang memudahkan mereka untuk memberikan penjelasan hingga melakukan penjualan kepada pengusaha mikro.

Zen Nasri, pemilik warung sekaligus Agen BRILink Jawara, Papua, menyambut baik partisipasi aktif BRINS dalam edukasi perlindungan pengusaha mikro.

"Awalnya memang belum sadar betul risiko yang akan terjadi, tapi melihat berbagai wilayah rawan bencana saya jadi merasa harus melindungi apa yang saya punya. Usaha saya juga jadi lebih terjamin dan bisa dapat peluang baru dengan hadirnya BRINSagent," ujar Zen.

Pengusaha mikro memiliki peran yang cukup besar terhadap PDB Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, pada 2018 terdapat sekitar 62 juta pengusaha mikro yang mencakup 757.000 usaha kecil dan 58.600 usaha menengah.

Namun demikian, pengusaha mikro yang tersebar di seluruh Indonesia ini masih sangat rentan terhadap risiko-risiko tak terduga yang dapat berpengaruh pada usaha mereka.

Baca juga: Asosiasi optimistis realisasi premi meningkat setelah bunga KUR turun


 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Agar penumpang di Pelabuhan Merak tak antre saat membeli tiket

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar