Pokja Genetik UGM: Varian Delta turunkan respon sistem imun manusia

Pokja Genetik UGM: Varian Delta turunkan respon sistem imun manusia

Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM dr Gunadi. (ANTARA FOTO/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) - Ketua Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) dr. Gunadi menyatakan varian virus corona B.1.617.2 atau disebut varian Delta dari India mampu menurunkan kemampuan respon sistem imun manusia.

"Jadi, lebih mudah terpapar meskipun sudah divaksinasi atau sudah terinfeksi sebelumnya," kata Gunadi saat dihubungi di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, kekebalan tubuh yang biasanya mampu merespon setiap infeksi virus, kemampuan responnya menjadi menurun dengan masuknya varian Delta.

"Respon (imun) terhadap infeksi COVID-19 yang timbul baik infeksi alamiah maupun karena vaksinasi itu berkurang," kata dia.

Baca juga: Pokja Genetik UGM: Varian Delta dari India belum terdeteksi di DIY

Baca juga: Klaster COVID varian Delta terdeteksi di sekolah seni Prancis


Selain menurunkan respon sistem imun, menurut dia, varian Delta juga terbukti lebih cepat menyebar dibandingkan varian lainnya seperti varian Alpha atau B117 dari Inggris.

"Ternyata 50-60 persen lebih cepat menyebar dibandingkan dengan Alpha," kata dia.

Kecepatan penularan varian Delta itu, menurut dia, antara lain dapat dilihat pada kasus yang terjadi di Kudus, Jawa Tengah.

Merebaknya penularan varian Delta di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah telah dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) yang dilakukan oleh Pokja Genetik FKKMK UGM yang keluar pada 11 Juni 2021.

Ia menjelaskan dari 34 sampel yang diperiksa, 28 diantaranya terkonfirmasi sebagai varian delta. Dari kasus yang terjadi di Kudus menunjukkan kemungkinan besar adanya transmisi lokal varian delta.

"Sebelumnya sudah terdeteksi beberapa kasus, namun bersifat acak, dan sekarang sudah menjadi kluster di daerah Kudus. Artinya, kemungkinan besar sudah terjadi transmisi lokal di Indonesia, khususnya di Kudus. Tidak menutup kemungkinan transmisi lokal juga keluar dari Kudus," kata dia.

Gunadi mengatakan varian Delta telah ditetapkan WHO menjadi Variant of Concern (VoC) pada tanggal 31 Mei 2021 karena berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat secara global.

Varian ini dimasukkan dalam kategori VoC karena memenuhi satu atau lebih dari tiga dampak yang ditimbulkan yakni daya transmisi, tingkat keparahan pasien, dan mempengaruhi sistem imun manusia.

Mengingat dampak yang ditimbulkan varian delta cukup serius, Gunadi meminta masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) pencegahan COVID-19 baik yang sudah maupun belum mendapatkan vaksin.*

Baca juga: Varian COVID-19 Alpha, Delta sangat menular terdeteksi di Sri Lanka

Baca juga: Singapura temukan varian Delta paling umum di antara kasus lokal COVID

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkeu: Varian Corona Delta picu perlambatan ekonomi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar