Saham Australia dibuka sentuh rekor tertinggi, terkerek Wall Street

Saham Australia dibuka sentuh rekor tertinggi, terkerek Wall Street

Ilustrasi - Pasar Saham, Bursa Efek dengan bendera Australia.ANTARA/Shutterstock/pri

Sydney (ANTARA) - Saham-saham Australia mencapai tertinggi sepanjang awal perdagangan Selasa pagi, mengikuti rekor penutupan tertinggi di Wall Street semalam, dengan investor fokus pada pertemuan Federal Reserve (Fed) AS yang akan datang guna mendapatkan petunjuk tentang kebijakan moneternya.

Indeks acuan ASX 200 naik 0,7 persen menjadi diperdagangkan di 7.363,300 poin pada 00.09 GMT. Pasar saham Australia ditutup pada Senin (14/6/2021) untuk libur Hari Ulang Tahun Ratu.

Indeks utama Wall Street ditutup pada level tertinggi semalam, dengan investor mengincar pertemuan Fed untuk mengetahui tentang pengurangan dukungan dan kemungkinan tanggal kenaikan suku bunga pertamanya.

Di antara pasar global lainnya, Nikkei Jepang naik 0,8 persen pada 29.395,72 poin, sedangkan indeks berjangka E-mini S&P 500 menguat 0,1 persen.

Baca juga: Wall Street beragam, Indeks S&P dan Nasdaq ditutup di rekor tertinggi

Kembali ke Australia, operator kasino bermasalah Crown Resorts menerima tawaran pendanaan baru dari Oaktree Capital Group senilai 3,1 miliar dolar Australia (2,39 miliar dolar AS) untuk membeli kembali kepemilikan pendirinya, dalam kesepakatan yang akan memberi perusahaan ekuitas swasta itu 10 persen saham Crown.

Saham Crown turun 1,5 persen.

Saham-saham teknologi dengan lonjakan 1,2 persen memimpin kenaikan pada indeks acuan dan mencapai level tertinggi enam minggu. Mereka mengikuti penyelesaian kuat Nasdaq semalam. Perusahaan beli-sekarang-bayar-nanti Afterpay Ltd naik 1,4 persen dan pembuat perangkat lunak Xero Ltd bertambah 1,8 persen.

Saham sektor keuangan menguat 0,8 persen, dengan semua "Empat Besar" bank menyaksikan peningkatan.

Baca juga: Kurs dolar datar jelang pertemuan Fed, bitcoin tembus 40.000 dolar

Saham-saham energi juga naik 0,6 persen, dengan produsen gas alam Woodside Petroleum dan Santos Ltd masing-masing naik sekitar 0,8 persen dan 0,5 persen.

Saham-saham pertambangan kelas berat mengikutinya, naik tipis 0,4 persen setelah harga besi berjangka melonjak, dengan perusahaan utama dalam indeks Rio Tinto, BHP Group dan Fortescue Metals naik antara 1,0 persen hingga 2,5 persen.

Namun, indeks emas kehilangan sekitar 3,2 persen karena harga emas tergelincir di tengah kekhawatiran bahwa Federal Reserve dapat memutuskan untuk mengurangi kebijakan moneter ekspansifnya.

Di Selandia Baru, indeks acuan NZX 50 naik 0,4 persen menjadi diperdagangkan di 12.611,10 poin. Pembuat perangkat medis Fisher & Paykel Healthcare Corp menjadi top gainer, naik sekitar 4,0 persen.

Baca juga: Harga emas anjlok 13,7 dolar, investor khawatir Fed kurang ekspansif

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar