Kasus COVID-19 di Bogor kembali melonjak, Bupati minta warga waspada

Kasus COVID-19 di Bogor kembali melonjak, Bupati minta warga waspada

Bupati Bogor, Ade Yasin selaku Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Tadinya sempat melandai di angka sekitar 50-an per harinya, tapi sekarang sudah mulai naik lagi ke angka 90-an
Cibinong, Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Ade Yasin meminta masyarakat lebih waspada karena angka penularan kasus COVID-19 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali melonjak dari sekitar 50-an kasus menjadi 90-an kasus per hari.

"Kami imbau masyarakat agar lebih waspada dan lebih menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya di Cibinong, Bogor, Selasa. 

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu mencatat angka penularan COVID-19 di wilayahnya kembali melonjak pada 10 Juni 2021 yakni sebanyak 95 kasus. Lonjakan terjadi setelah angkanya mulai landai sekitar 50 kasus hingga 60 kasus per hari.

Baca juga: Dipusatkan di TSI Bogor, 2.200 pelaku pariwisata divaksin COVID-19

Seperti pada Senin (14/6) malam, kasus penularan harian di Kabupaten Bogor tercatat sebanyak 95 kasus baru. Selama pandemi, terdapat 18.836 kasus COVID-19 di Kabupaten Bogor, dengan rincian 604 kasus berstatus aktif, 110 kasus meninggal dunia, dan 18.116 kasus sembuh.

Ade Yasin menduga bahwa lonjakan angka penularan COVID-19 di wilayahnya merupakan akibat libur panjang saat perayaan Idul Fitri 1442 H.

Baca juga: Vaksinasi COVID-19 calon haji Kabupaten Bogor-Jabar capai 98 persen

Baca juga: 2.060 pelaku usaha wisata di Puncak Bogor jalani vaksinasi


"Tadinya sempat melandai di angka sekitar 50-an per harinya, tapi sekarang sudah mulai naik lagi ke angka 90-an. Tingkat okupansi hunian di rumah sakit juga mulai naik, tadinya sebelum lebaran di angka 20 persen ke bawah sekarang hampir 50 persen," kata Ade Yasin.

Ia mengaku akan lebih ketat melakukan penilaian terhadap kinerja Satgas Penanganam COVID-19 di tingkat wilayah, agar lebih optimal melakukan penanganan.

"Seperti petugas di tingkat desa atau kelurahan, RT dan RW. Mana yang pelaporannya lebih cepat, update pelaporannya baik, penanganannya baik, supaya ada semangat dari petugas, bahwa mereka dihargai kerja kerasnya oleh pemerintah," tuturnya.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Kabupaten Bogor melandai

Baca juga: Pengawasan tempat wisata di Bogor terus dilanjutkan selama PPKM

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kasus positif DKI Jakarta tertinggi pada Minggu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar