Sumatera Selatan perpanjang PPKM Mikro hingga 28 Juni 2021

Sumatera Selatan perpanjang PPKM Mikro hingga 28 Juni 2021

Pengendara melintas di Jalan Jenderal Sudirman dengan latar videotron bertuliskan Palembang zona merah COVID-19 di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (3/5/2021). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/21)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 28 Juni 2021.

Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Ahmad Najib di Palembang, Selasa mengatakan, pemprov memutuskan untuk memperpanjang status PPKM Mikro yang semula berakhir pada 14 Juni 2021 karena kasus penyebaran COVID-19 masih belum mereda.

Baca juga: Wisma atlet palembang rawat 83 kasus positif COVID-19

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Provinsi Sumatera Selatan diketahui Kota Palembang masih berstatus zona merah dari total 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Sementara, zona oranye ada 15 kabupaten dan kota, yakni Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Prabumulih, Muara Enim, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Pagar Alam, Lahat, Lubuk Linggau, Musi Rawas (Mura), Musi Rawas Utara (Muratara) dan Penukal Abab Lematang Ilir (Pali).

Sedangkan zona kuning hanya Kabupaten Empat Lawang.

Baca juga: Sumsel bentuk tim gabungan penegak protokol kesehatan

Kasus positif COVID-19 di Sumsel pada Senin (14/6) mencapai 26.311 orang, dengan jumlah yang meninggal 1.344 orang dan sembuh 23.602 orang. Sementara itu, kasus aktif di Sumsel mencapai 1.365 orang.

Untuk itu, Pemprov meminta pemerintahan di kabupaten/kota untuk merespon penetapan status PPKM Mikro ini agar penanganan COVID-19 menjadi lebih efektif.

Walau berstatus zona hijau, kuning dan oranye tetap harus waspada.

Pemerintah kabupaten/kota diminta untuk merutinkan operasi yustisi untuk mencegah adanya kerumunan di masyarakat, serta meningkatkan kesadaran untuk menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Tujuan dari perpanjangan PPKM Mikro ini agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19. Sumsel tentunya tidak ingin mengalami kejadian seperti di Kudus,” kata dia.

Baca juga: Mendagri: Kantor di zona merah diminta WFH 75 persen

Baca juga: Sumatera Selatan gencarkan vaksinasi COVID-19 selama bulan Ramadhan
 

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemerintah Kota Langsa tekan angka kasus COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar