Dinkes Tulungagung gencarkan vaksinasi "jemput bola" dari desa ke desa

Dinkes Tulungagung gencarkan vaksinasi "jemput bola" dari desa ke desa

Petugas mengukur suhu dan tekanan darah peserta vaksinasi lantatur (layanan tanpa turun) di GOR Lembupeteng, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (15/6/2021). (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menggencarkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dengan metode "jemput bola" dari desa ke desa, guna mempercepat capaian sasaran imunisasi di kalangan lansia dan kelompok rentan daerah itu.

"Dalam hal ini kami yang melayani mereka. Kami yang berdiri, kami yang berjalan mendatangi mereka. Bukan mereka yang mendatangi kami. Kami ingin memberikan pelayanan yang baik dan terbaik kepada masyaraat Tulungagung," kata Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Didik Eka di Tulungagung, Selasa.

Untuk kegiatan vaksinasi di tingkat kelurahan dan desa, Dinkes menugaskan tim vaksinator dari masing-masing puskesmas tingkat kecamatan, serta rumah sakit yang ada di Tulungagung.

Total ada 42 titik faskes yang diberi mandat atau penugasan vaksinasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Selain kegiatan layanan vaksinasi terjadwal di masing-masing faskes, tim vaksinator juga diharuskan melakukan kegiatan "jemput bola" dengan mendatangi warga sasaran di 271 desa/kelurahan se-Tulungagung.

"Untuk pelaksanaannya tentu tidak bisa serempak. Tapi digilir dengan kuota yang telah ditentukan," terangnya.

Saat ini pelaksanaan vaksinasi COVId-19 di Kabupaten Tulungagung telah menapai sekitar 58 persen dari total target sasaran penerima vaksin sebanyak 117 ribu warga.

Terbatasnya sediaan vaksin, baik yang produksi Sinovac maupun Astrazeneca, membuat kuota di setiap kelompok sasaran selalu dibatasi dengan jumlah/volume tertentu.

"Sekarang ini sebenarnya (kegiatan vaksinasi) kita sudah mencapai 130 ribuan (vaksin). Tapi itu sudah termasuk sudah yang injeksi vaksin kedua. Kalau prosentasenya, hari ini sudah sekitar 58 persen dari total yang ditargetkan sebanyak 117 ribu warga untuk kelompok rentan," katanya.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung sendiri menargetkan, antara 60-70 persen penduuduk daerah itu mendapat jatah vaksinasi demi mempercepat tercapainya kekebalan kelompok atau herd immunity dari wabah COVID-19.

​​​​​​Baca juga: Warga antusias ikuti layanan vaksinasi tanpa turun di Tulungagung
 

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komisi IX DPR RI temukan penghambat suplai vaksin di Jabar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar