Uni Eropa: China musuh sistemik, catatan HAM jadi isu utama

Uni Eropa: China musuh sistemik, catatan HAM jadi isu utama

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (kiri) berbicara selama konferensi pers bersama dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel menjelang KTT G7, di markas besar Uni Eropa di Brussels, Belgia, Kamis (10/6/2021). (ANTARA FOTO/Francisco Seco/Pool via REUTERS/HP/sa.)

Brussels (ANTARA) - Catatan HAM China menjadi isu utama yang memisahkan negara itu dari Uni Eropa dan menjadikannya musuh sistemik bagi blok tersebut, demikian dikatakan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Selasa (15/6).

"Kami adalah pesaing ekonomi yang tangguh, tidak diragukan lagi, dan untuk itu kami membutuhkan instrumen," kata kepala eksekutif Uni Eropa saat konferensi pers usai menggelar pembicaraan dengan Presiden AS Joe Biden.

"Kami membutuhkan instrumen keamanan di pasar digital --misalnya untuk kotak peralatan 5G-- namun juga investasi langsung dari asing, penyaringan investasi ... guna memastikan bahwa terdapat lahan permainan yang setara."

"Ketika mengenai sistem itu sendiri, hak asasi manusia dan harga diri manusia ... itulah isu utama yang secara terang-terangan memisahkan kami," pungkas von der Leyen.

Sumber: Reuters

Baca juga: China kecam pernyataan G7 yang dianggap campuri urusan dalam negeri

Baca juga: Kepala bantuan PBB kecam G7 yang gagal rencanakan vaksin dunia


 

Kereta kargo China-Eropa pertama tiba di St. Petersburg, Rusia

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar