Atletik

PASI kirim atlet putri Alvin Tehupeiory ke Olimpiade Tokyo 2020

PASI kirim atlet putri Alvin Tehupeiory ke Olimpiade Tokyo 2020

Arsip foto - Ekspresi atlet asal Maluku Alvin Tehupeiory saat mencapai garis finish pada urutan pertama dalam final nomor Lari 200 Meter Senior Putri Kejurnas Atletik 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019). Alvin Tehupeiory berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 23,76 detik disusul Liviana Rizki asal Jawa Tengah dengan medali perak (25,03 detik) dan medali perunggu diraih Sri Mayasari asal Sumatera Selatan (25,31 detik). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) memutuskan mengajukan nama sprinter putri Alvin Tehupeiory untuk mengisi kuota wildcard pada ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Dengan tidak adanya atlet putri yang lolos kualifikasi, maka Indonesia diberikan kuota satu orang atlet putri untuk bisa tampil di Olimpiade 2021 sesuai peraturan "Universality Quota".

Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, sejak awal calon yang disiapkan adalah atlet lari gawang 100 meter putri, Emilia Nova, mengingat prestasinya sebagai peraih medali perak Asian Games 2018 dan emas SEA Games 2019.

Baca juga: KOI: atletik berpeluang dapat jatah satu wildcard Olimpiade Tokyo

"Namun beberapa minggu lalu ditemukan adanya cedera di punggung Emilia, sehingga tidak mungkin berangkat. Kami putuskan mengajukan nama Alvin Tehupeiory untuk mendapat persetujuan dari World Athletics," ujar Luhut lewat rilis PASI di Jakarta, Rabu.

Alvin, yang akan turun di nomor 100m putri, merupakan pemegang rekor nasional lari 200 meter sejak tahun 2019. Atlet asal Maluku ini mematahkan rekor Irene Truitje Joseph yang sudah dicatatkan sejak tahun 1999. Dengan keputusan ini, Alvin akan mendampingi Lalu Muhammad Zohri untuk bertanding di Olimpiade Tokyo.

Sebelumnya, World Athletics sebagai badan pengelola internasional olahraga atletik telah menetapkan 1.900 tempat yang terbagi ke dalam 48 nomor pertandingan di Olimpiade Tokyo.

Proses kualifikasi dilakukan melalui dua cara. Pertama, berdasarkan peringkat dunia yang ditentukan dari pengumpulan skor. Kedua, atlet melampaui limit yang ditentukan. Lalu Muhammad Zohri sendiri lolos ke Olimpiade nomor 100 meter putra setelah mencatat waktu 10.03 detik pada tahun 2019 di Osaka yang menembus limit 10.05 detik.

Baca juga: PASI optimistis Zohri tampil optimal di Olimpiade Tokyo

"Tindakan penyembuhan cedera Emilia Nova lebih penting karena dia punya tugas lebih besar yaitu mempertahankan medali emasnya dalam SEA Games di Hanoi", Luhut menuturkan.

Setiap Komite Olimpiade Nasional (NOC) hanya boleh mengirimkan tiga wakil pada setiap nomor pertandingan dan harus mengonfirmasi keikutsertaan para atletnya pada 31 Mei-29 Juni 2021. Jika ada NOC yang memutuskan untuk tidak mengisi tempat mereka di Olimpiade Tokyo, kuota yang tidak terpakai tersebut akan diberikan kepada atlet lain yang punya peringkat terbaik berdasarkan daftar peringkat World Athletics.

World Athletics selanjutnya akan merilis daftar atlet yang lolos pada 1 Juli 2021, dan setiap NOC harus mengonfirmasi keikutsertaan atletnya pada 2-5 Juli. Proses pemenuhan kuota direncanakan selesai pada pada 5 Juli bersamaan dengan batas waktu pendaftaran para atlet yang dipastikan berlaga di Olimpiade Tokyo.

Baca juga: PASI optimistis Olimpiade Tokyo tetap digelar meski muncul penolakan
Baca juga: Demi Olimpiade, CdM janji ambil tindakan soal kendala lapangan atletik

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Atletik persembahkan 3 medali emas dalam ASG 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar