Tingkat keterisian RS untuk pasien COVID-19 di Solo meningkat

Tingkat keterisian RS untuk pasien COVID-19 di Solo meningkat

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Siti Wahyuningsih (ANTARA/Aris Wasita)

Kemarin sudah kami kumpulkan rumah sakit agar kapasitas ICU ditingkatkan
Solo (ANTARA) - Tingkat keterisian rumah sakit (RS) untuk perawatan pasien COVID-19 di Kota Solo kembali meningkat menyusul penambahan jumlah kasus di daerah itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Siti Wahyuningsih di Solo, Jawa Tengah, Rabu mengatakan saat ini "bed occupancy ratio" (BOR) atau rata-rata keterisian kamar sudah mencapai 80,6 persen. Angka ini meningkat dibandingkan dua hari lalu yang masih di angka 73 persen.

Baca juga: Pemkot Surakarta lakukan vaksinasi keliling untuk mudahkan masyarakat

Bahkan, dikatakannya, saat ini rata-rata tingkat keterisian khusus untuk kamar "intensive care unit" (ICU) di Kota Solo sudah mencapai 94,9 persen.

Ia mengatakan beberapa rumah sakit dengan tingkat keterisian ICU yang sudah mencapai 100 persen, di antaranya di RS Jiwa Daerah dr Arif Zainudin Surakarta, RS Panti Waluyo, Kasih Ibu, Hermina, dan Rumah Sakit Bung Karno (RSBK).

"Kemarin sudah kami kumpulkan (rumah sakit) agar kapasitas ICU ditingkatkan, kalau terkendala alat kami usahakan untuk mintakan bantuan ke pemerintah pusat, tetapi kami tidak bisa menjanjikan itu," katanya.

Baca juga: 389 pasien COVID-19 dari Solo Raya dan Kudus dikarantina di Boyolali

Pihaknya hanya meminta agar kapasitas ICU tersebut dioptimalkan. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan mengingat hampir di setiap daerah mengalami kenaikan kasus COVID-19.

"Bahkan, kemarin saja di Solo ada penambahan 56 kasus aktif. Banyak yang tanpa gejala," katanya.

Oleh karena itu, dikatakannya, perlu dilakukan upaya percepatan vaksinasi khususnya untuk kelompok lanjut usia (lansia) dan pralansia.

Baca juga: Pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan secara bertahap di Surakarta

"Harapannya kalau mereka kena tidak perlu sampai ke rumah sakit, tidak perlu sampai masuk ICU," katanya.

Sementara itu, pihaknya tetap meminta masyarakat untuk selalu waspada dan masyarakat bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan keluarga.

"Jangan menulari yang lain, (jika terpapar COVID-19) tetap melakukan karantina," katanya.

Baca juga: Menteri PUPR pastikan bantaran Kali Pepe Solo bebas banjir 2022

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumut tambah 1.500 tempat tidur antisipasi lonjakan pasien

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar