Anggota DPR RI janji penuhi kebutuhan nelayan di Sampang

Anggota DPR RI janji penuhi kebutuhan nelayan di Sampang

Anggota DPR RI Slamet Aiyadi berkunjung menemui para nelayan di Desa Tambaan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, Madura. (ANTARA/HO-DPR RI)

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI Slamet Ariyadi berjanji akan memenuhi kebutuhan nelayan di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Slamet Ariyadi dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu, merasa prihatin ketika melihat langsung kondisi para nelayan di Pantai Camplong.

Ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan nelayan Camplong Sampang. "Nanti saya akan memberitahukan soal kebutuhan ini kepada pihak terkait khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), khususnya soal bantuan alat tangkap nelayan Camplong," kata dia.

Baca juga: Gus Muhaimin imbau patuhi protokol kesehatan agar ekonomi bisa tumbuh

Nelayan Pantai Camplong Sampang mengharapkan aspirasi yang disampaikan langsung kepada Anggota DPR RI dari Faksi PAN Dapil Jatim XI itu dapat terealisasi.

Para nelayan menyampaikan aspirasi saat Anggota DPR RI Slamet Aiyadi menemui para nelayan di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

Slamet Ariyadi mendengarkan keluhan para nelayan terkait kebutuhan yang diperlukan Kelompok Nelayan Teratai Putih.

Ketua Nelayan Teratai Putih Camplong, Muhroji, mengatakan nelayan mengeluhkan kebutuhan perahu dan alat tangkap, khususnya jaring untuk menangkap udang dan sarana kebersihan yang kurang memadai.

Baca juga: Komisi III DPR minta Polri tuntaskan kasus yang jadi perhatian publik

"Selain itu, kami meminta bantuan jaring untuk menangkap udang, kami juga meminta kepada bapak Slamet Ariyadi untuk membantu membangun jamban  para nelayan di Pantai Camplong, selama ini kami sangat kesusahan saat buang hajat," katanya.

Sebagai masyarakat, kata dia, nelayan Camplong mengharapkan Slamet Ariyadi untuk membantu memenuhi kebutuhan nelayan dalam melaut.

“Selama ini pendapatan nelayan di pesisir Pantai Selatan Madura tidak lebih dari Rp50 ribu sekali melaut," ujarnya.

Baca juga: Kapolri sebut hanya 1,1 persen masyarakat yang mudik

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Gubernur Papua harap perubahan UU Otsus secara komprehensif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar