Bantul terus menambah tempat isolasi COVID-19 di tingkat desa

Bantul terus menambah tempat isolasi COVID-19 di tingkat desa

Salah satu Selter COVID-19 di Kabupaten Bantul, DIY ANTARA/Hery Sidik

harus ada pengetatan-pengetatan sampai di tingkat mikro
Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan terus menambah tempat isolasi sementara atau selter untuk orang terpapar COVID-19 dengan gejala ringan maupun tanpa gejala atau OTG di tingkat kelurahan daerah ini.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Rabu, mengatakan, bahwa kasus COVID-19 di Bantul ada kecenderungan meningkat, karena itu pemerintah akan melakukan langkah yang disiplin dan tegas untuk semakin membudayakan masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

"Disamping itu pemkab hari ini terus menambah selter-selter terutama di desa-desa, dengan dukungan tenaga kesehatan dari Puskesmas terdekat," katanya.

Menurut dia, di desa-desa wilayah Bantul sebagian telah mendirikan selter COVID-19 memanfaatkan gedung atau balai kelurahan setempat, agar pasien tidak menumpuk di rumah sakit lapangan maupun rujukan COVID-19 tingkat kabupaten.

"Saat ini kapasitas ruang isolasi COVID-19 masih 60 persen, artinya masih ada ruang untuk menampung masyarakat yang terpapar COVID-19," katanya.

Baca juga: Kasus konfirmasi COVID-19 di Bantul bertambah 157 orang
Baca juga: Pemkab: Objek wisata Bantul siap siaga terapkan protokol kesehatan


Bupati juga mengatakan, Kabupaten Bantul yang sudah dinyatakan sebagai zona merah kasus COVID-19 ini nanti juga akan dilakukan pengelompokan wilayah, mana yang dikategorikan zona merah, zona hijau agar dapat dilakukan penanganan sesuai risiko penyebarannya.

"Harus ada pengetatan-pengetatan sampai di tingkat mikro, tingkat RT, RW nanti itu ada daftarnya RT mana yang zona merah, zona hijau, itu nanti akan kita lakukan secara berbeda sesuai dengan tingkat paparan COVID-19 di wilayah-wilayah itu," katanya.

Meski begitu, Bupati terus mengajak masyarakat bersama memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul menyebut, total kasus positif per hari Selasa (16/5) berjumlah 15.752 orang, dengan angka sembuh berjumlah 14.023 orang, sementara kasus meninggal 399 orang, sehingga pasien yang masih isolasi sebanyak 1.330 orang.

Baca juga: Kasus COVID-19 Yogyakarta naik dua kali lipat dalam sepekan terakhir
Baca juga: Selter penanganan COVID-19 Yogyakarta hampir terisi penuh

 

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Gunungkidul aktifkan selter COVID-19 di tengah Hutan Wanagama

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar