KBRI: Pasar kawasan Karibia perlukan berbagai produk Indonesia

KBRI: Pasar kawasan Karibia perlukan berbagai produk Indonesia

Dokumentasi: Dubes RI untuk Kuba Nana Yuliana (kiri) dengan Rektor Universitas Medical Science Holguin di Kuba, Yolanda Ochoa Santiesteban (kanan). (Handout-KBRI Havana)

Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar RI di Havana menyelenggarakan pertemuan virtual "Update on Indonesia Economy" pada Selasa (15/6) di mana terungkap bahwa pasar di negara-negara kawasan Karibia, khususnya Bahama, Haiti, dan Jamaika membutuhkan berbagai produk Indonesia.

Produk Indonesia yang dibutuhkan oleh negara-negara kawasan Karibia, antara lain bahan bangunan, kerajinan tangan, kelapa, minyak kelapa sawit, perabot, produk fashion, deterjen, sabun, pecah belah, rempah-rempah, pakaian, produk farmasi, dan peralatan medis, menurut ketarangan KBRI Havana yang diterima di Jakarta, Rabu.

Pertemuan virtual itu bertujuan untuk memberikan informasi perkembangan terkini ekonomi Indonesia kepada para Konsul Kehormatan Indonesia di Bahama, Haiti, Jamaika, dan Republik Dominika sekaligus menyampaikan peluang bisnis di negara-negara kawasan Karibia, khususnya Kuba, Bahamas, Dominikana, Haiti dan Jamaika kepada para pengusaha Indonesia.

Baca juga: KBRI Havana jajaki kerja sama riset dengan 'think-tank' Kuba

Duta Besar RI untuk Kuba Nana Yuliana menginisiasi pertemuan virtual tersebut yang dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI Duta Besar I Gede Ngurah Swajaya.

Pertemuan "Update on Indonesia Economy" itu diikuti oleh lebih dari 370 orang pengusaha melalui platform Zoom dan Youtube.

Dalam sambutannya, salah satu poin penting yang disampaikan Dubes Nana adalah banyak peluang bisnis yang harus dimanfaatkan oleh para pengusaha Indonesia karena Indonesia memiliki potensi besar untuk memasarkan produk-produk unggulannya ke pasar Karibia.

Pandemi COVID-19 merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam menjalankan perdagangan internasional, namun masih terdapat berbagai peluang di wilayah Karibia yang dapat dimanfaatkan oleh pengusaha Indonesia.

Peluang pasar tidak hanya dilihat dari besarnya penduduk di kawasan Karibia yang mencapai lebih dari 43 juta jiwa, namun juga harus dilihat dari besarnya jumlah kedatangan wisatawan asing ke negara-negara di kawasan tersebut.

Potensi jumlah turis ke kawasan tersebut juga dapat menjadi peluang bagi produk Indonesia, seperti kerajinan tangan maupun perabot untuk memenuhi kebutuhan hotel-hotel setempat.

Dubes Nana juga menyampaikan bahwa KBRI Havana telah berhasil memfasilitasi kerja sama perdagangan antara pengusaha Indonesia dan importir Kuba yang akan memasarkan berbagai produk asal Indonesia di Kuba. Keberhasilan tersebut, menurut dia, dapat menjadi pemicu bagi pengusaha Indonesia lainnya untuk menembus pasar Karibia.

Nilai perdagangan Indonesia dengan Kuba, Bahama, Haiti, Jamaika, dan Republik Dominika pada 2020 mencapai 254, 62 juta dolar AS, dengan surplus untuk Indonesia sebesar 233,33 juta dolar AS.

Ekspor Indonesia ke Kuba, antara lain kertas, sabun, minyak hewan dan nabati (minyak goreng), barang pecah belah, perabot, suku cadang kendaraan, kayu dan artikel dari kayu, alas kaki, artikel dan aksesoris pakaian, produk kimia, produk tembakau, ikan, peralatan elektronik dan sparepartnya, kopi, teh, rempah-rempah, kain tenun, kain rajutan, kendaraan dan peralatan kendaraan, minyak atsiri untuk parfum.

Baca juga: Indonesia-Kuba sepakat perkuat kerja sama pertanian
Baca juga: Dubes RI serahkan surat kepercayaan kepada pemerintah Haiti

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar