FMIPA IPB University lakukan kolaborasi riset berbasis HPC

FMIPA IPB University lakukan kolaborasi riset berbasis HPC

Tangkapan layar rangkaian webinar seri High Performance Computing (HPC) oleh IPB University. (FOTO ANTARA/HO-IPB University)

HPC merupakan salah satu riset unggulan IPB yang akan segera diselesaikan pada tahun 2021 ini
Jakarta (ANTARA) - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Unit Laboratorium Riset Unggulan IPB University berkolaborasi memperdalam tentang teknologi High Performance Computing (HPC) yang membantu peneliti dalam mengeksplorasi data.

Menurut Kepala Unit Laboratorium Unggulan IPB University Dr Irdika Mansur, melalui keterangan resmi IPB University yang diterima di Jakarta, Rabu, HPC merupakan salah satu riset unggulan IPB yang akan segera diselesaikan pada tahun 2021 ini.

"Kami telah menggagas ini pada tahun 2019 demi mengakomodasi penelitian tingkat lanjut. Tujuan lainnya adalah mendukung civitas akademika IPB University dan mitra-mitra untuk melakukan penelitian dan mengembangkan berbagai sumber daya alam di Indonesia," kata akademisi Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB itu.

Teknologi HPC adalah terobosan saintifik yang dapat membantu peneliti dalam mengeksplorasi data. Sehingga menjadi agenda penting agar dapat dibangun kolaborasi riset berbasis HPC dalam berbagai sektor.

Kolaborasi itu dilakukan dengan rangkaian webinar, dengan salah satu narasumber Kepala Divisi Sistem Komputer dan Jaringan Departemen Ilmu Komputer FMIPA IPB Heru Sukoco.

Ia mengatakan HPC merupakan penemuan penting karena kompleksnya formulasi data yang digunakan. Sehingga untuk melakukan komputasi sudah tidak dapat dihindari lagi penggunaannya.

Penggunaan HPC tersebut diajarkan dalam mata kuliah paralel computing dengan tiga komponen utama yakni komputer, jaringan, dan penyimpanan. Komponen tersebut dirangkai dengan jaringan agar menjadi sinergi, terutama sebagai alat pemroses yang cukup cepat dan mumpuni.

"Berdasarkan data statistik, penggunaan HPC yang terbanyak masih pada sektor industri. Kedua research, ketiga akademik. Inilah yang harus kita genjot sekarang agar setidaknya kita yang menggunakan data-data yang kompleks dan besar dapat memanfaatkan infrastruktur HPC ini," katanya.

Dikarenakan harganya yang mahal, alternatif penelitian dengan HPC adalah dengan kolaborasi bersama mitra industri maupun universitas lain yang telah menyediakan HPC. Unit Laboratorium Unggulan IPB University sendiri telah mengusulkan pengadaan infrastrukturnya berdasarkan grafis dan CPU.

Dengan adanya perkembangan teknologi satuan pemrosesan terkecil dalam penggunaan CPU yang diistilahkan dengan nama thread maka dapat menghemat sumber daya. IPB University sendiri mulai merevitalisasi arsitektur HPC yang dibangun sebelumnya berbasiskan kluster Beowulf yang dinamakan IM-SMILE berlokasi di kampus di Baranangsiang.

Sementara itu, Dosen Departemen Ilmu Komputer FMIPA IPB University Hendra Rahmawan menjelaskan paradigma HPC yakni menjalankan berbagai program dan perintah secara bersamaan khususnya dalam bidang komputasi saintifik.

Sehingga paradigma lama terkait dengan pengeksekusian program secara sekuensial telah bergeser menjadi multistasking dengan lebih terkoordinasi. Kecepatan proses dalam HPC bergantung pada model pemrograman dan pengembangan prosesor.

Baca juga: IPB University bangun kolaborasi dengan industri lewat Sea Farming

Baca juga: IPB University nilai profesi dokter hewan kuda belum banyak diminati

Baca juga: IPB University turunkan 3.513 mahasiswa ikuti KKNT 2021

Baca juga: Ibas terima cumlaude saat sidang doktor, bahas isu investasi wisata

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar