50 orang terkonfirmasi positif COVID-19 di lingkungan Sidomulyo

50 orang terkonfirmasi positif COVID-19 di lingkungan Sidomulyo

Lingkungan Sidomulyo Kota Mojokerto yang dilockdown akibat banyaknya warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 (ANTARA/SI/IS)

anda berkontribusi menyelamatkan orang lain
Kota Mojokerto (ANTARA) - Sebanyak 50 orang dilaporkan terkonfirmasi positif COVID-19 di lingkungan Sidomulyo, Kota Mojokerto Jawa Timur setelah sebelumnya dilakukan tracing terhadap 96 orang warga setempat.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Mojokerto, Rabu mengatakan saat ini tercatat 50 orang terkonfirmasi positif COVID-19 dari 96 warga dari hasil tracing dan yang dilakukan tes usap swab PCR.

"Ada 50 warga Sidomulyo positif. Semua orang yang positif sudah diisolasi di RSUD Wahidin untuk yang bergejala berat atau sedang, sedangkan yang bergejala ringan di Rusunawa Cinde," katanya di Mojokerto.

Ia mengatakan, pihaknya juga terus melakukan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan 50 orang yang telah terkonfirmasi positif tersebut.

"Ada dugaan ini adalah varian baru, melihat kecepatan dalam penularan karena dalam waktu yang singkat, dua gang ini sebegitu banyak yang terinfeksi dan tertular. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan sampel yang kami kirimkan ke Surabaya," kata perempuan yang akrab dipanggil Ning Ita.

Menurut Ning Ita, sampel itu diambil yang memiliki civil value (data pemeriksaan) terendah dari 50 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 guna mengetahui varian apa yang menjangkit warga Sidomulyo.

"Kami mengimbau kepada warga taat prokes, pakai masker, menghindari kerumunan, tidak bepergian kalau tidak mendesak, cuci tangan atau pakai handsanitizer, kegiatan vaksinasi terus dilakukan," tukasnya.

Ia mengatakan, bagi yang memiliki gejala supaya tidak menyembunyikan, atau menutupi, karena dengan menutupi kondisi ini potensinya menyebarkan kemana-mana.

"Kalau warga terbuka, mengikuti imbauan pemerintah, isolasi, diobati maka anda berkontribusi menyelamatkan orang lain tidak hanya memikirkan diri sendiri," tukasnya.

Baca juga: Di Kota Mojokerto-Jatim, satu lingkungan di "lockdown" akibat COVID-19

Baca juga: Kota Mojokerto buka pendaftaran vaksinasi COVID-19 secara daring


Ia menjelaskan, dirinya masih menunggu hasil investigasi dari tim gugus yang mencari asal muasal atau kronologinya.

"Proyek padat karya itu kan mengerjakan proyek lingkungan dan tenaga kerjanya dari lingkungan itu. Namun ketika dari mereka yang sudah terinfeksi virus namun tidak mau terbuka dan ketika bekerja tidak taat protokol kesehatan, ini masih dilakukan investigasi dan saya masih menunggu hasil laporan," tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, juru bicara gugus tugas COVID-19 Gaguk Tri Prasetyo menyebut, dari 96 tracing dan hasilnya 50 terkonfirmasi positif COVID-19.

"Terdiri dari 44 hasil berdasarkan tes swab PCR, 6 diketahui dari rapid antigen. Berdasarkan rapid antigen ini akan dilakukan swab, jumlah itu keseluruhan termasuk yang meninggal. Pembatasan akan dilakukan sampai gugus tugas menyatakan aman, tapi setiap hari kami evaluasi," ujarnya.

Sesuai data infocovid19.jatimprov.go.id di Kota Mojokerto hingga hari ini yang terkonfirmasi positif total terdapat 2.747 orang, sembuh 2.480 orang dan yang meninggal sebanyak 190 orang.

Baca juga: Kadinkes: Varian COVID-19 dari Kongo ditemukan di Kabupaten Mojokerto

Baca juga: Menko PMK puji PPKM skala mikro di Mojokerto

 

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Massa tarikan Remo di bumi Majapahit

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar