Universitas Islam Riau raih pendanaan nasional PKM Kemenristekdikti

Universitas Islam Riau raih pendanaan nasional PKM Kemenristekdikti

Lima mahasiswa UIR mendapat pendanaan nasional Kemendikbudristek untuk penelitian bertema "Cegah Kekerasan pada Anak Usia Dini" di Desa Pongkar, Karimun, Kepulauan Riau. ANTARA/HO-Humas UIR

Ada beberapa tim mahasiswa UIR yang lolos pendanaan, salah satunya tim kami yang mengikuti jenis Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), di mana proposal kami dinyatakan lolos mendapatkan pendanaan nasional
Pekanbaru (ANTARA) - Sebanyak lima mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) lolos mendapatkan pendanaan program kreativitas mahasiswa (PKM) dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

"Ada beberapa tim mahasiswa UIR yang lolos pendanaan, salah satunya tim kami yang mengikuti jenis Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), di mana proposal kami dinyatakan lolos mendapatkan pendanaan nasional," kata Ketua Tim PKM Hug to Care UIR , Charla Putri Balqis, di Pekanbaru, Kamis.
.
Ia menjelaskan kelima mahasiswa yang lolos memperoleh pendanaan PKM-PM dengan program Gerakan Hug to Care Cegah Kekerasan pada Anak Usia Dini di Desa Pongkar, Karimun, Kepulauan Riau itu,  yakni Charla Putri Balqis, Attila Zalfa Zutia, dan Chandra Maulana dari Jurusan Teknik Sipil, serta Firda Fitriyani dan Hilwa Zakia Rosyada dari Jurusan Teknik Geologi.

Para mahasiwa itu di bawah bimbingan dosen pembimbing UIR Roza Mildawati.

Ia menyebutkan, PKM merupakan wadah yang dibentuk Kemenristekdikti dalam memfasilitasi potensi yang dimiliki mahasiswa Indonesia untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajarinya di perkuliahan kepada masyarakat luas.

Setelah proposal ini lolos didanai, katanya, maka tim ini pun berkewajiban untuk segera merealisasikan rancangan program Hug to Care untuk mitra di Desa Pongkar tersebut.

"Tujuan program ini adalah untuk mengedukasi, serta mendemontrasikan kepada masyarakat setempat terkait pentingnya mencegah kekerasan pada anak usia dini," katanya.

Edukasi itu, kata dia, akan dikemas melalui program-program kreatif yang telah mereka susun dalam proposal saat pengajuan pendanaan tersebuttersebut.

"Semoga semuanya berjalan lancar," demikian Charla Putri Balqis. 

Baca juga: UISU-UIR kerjasama peningkatan pendidikan dan penelitian

Baca juga: LL Dikti Wilayah X rekomendasikan UIR buka program doktor hukum

Baca juga: Mahasiswa UIR kuliah di atas kapal perang

Baca juga: Mahasiswa UIR bantu pemadaman karhutla di Pelalawan

Pewarta: Frislidia
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Aladin sulap limbah bulu ayam jadi serat fiber

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar