Formula 1

Mercedes berharap kembali dominan, tanpa drama di GP Prancis

Mercedes berharap kembali dominan, tanpa drama di GP Prancis

Teknisi tim Mercedes melakukan selebrasi ketika Lewis Hamilton memenangi Grand Prix Portugal di Sirkuit Algarve, Portimao. (2/5/2021). ANTARA/AFP/Patricia De Melo Moreira/aa. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Jakarta (ANTARA) - Mercedes berharap kembali tampil dominan tanpa menemui drama di Grand Prix Prancis akhir pekan ini setelah tampil jeblok di dua sirkuit jalan raya di Monako dan Azerbaijan.

Sirkuit Paul Ricard, yang terletak di dataran tinggi di atas pesisir Mediterania di Selatan Prancis, jarang menyajikan drama sejak kembali ke kalender Formula 1 pada 2018 setelah absen 28 tahun.

Tujuh kali juara dunia Lewis Hamilton menang dari pole pada 2018 dan 2019, di saat balapan tahun lalu batal karena pandemi, dan hattrick akan sangat membantu sang pebalap Mercedes untuk mengambil alih pimpinan klasemen pebalap dari sang rival Max Verstappen dari tim Red Bull.

Baca juga: Perez juarai GP Azerbaijan setelah kecelakaan dramatis Verstappen

Hamilton memimpin setiap lap pada 2019 kemudian Mercedes merayakan finis 1-2 untuk ke-50 kalinya, namun sang pebalap Britania mencetak hanya tujuh poin dari dua balapan terakhir, P7 di Monako dan P15 di Baku menyusul kesalahan langka ketika restart.

Ia tertinggal empat poin dari Verstappen, yang mengalami pecah ban di Baku, setelah enam balapan.

Rekan satu tim Hamilton, Valtteri Bottas gagal mencetak poin di kedua balapan, salah satunya ketika kru tim Mercedes gagal melepas ban kanan depan mobil sang pebalap Finlandia ketika pitstop di Monako. Wheelnut yang bermasalah itu akhirnya baru bisa dilepas setelah 43 jam sejak pitstop tersebut.

Bottas, yang kontraknya selesai akhir tahun ini dan masa depan yang belum jelas di tim, membutuhkan hasil yang baik.

Baca juga: Red Bull waspadai serangan balasan Mercedes di Baku

"Kami kalah di dua sirkuit jalanan yang tidak cocok dengan mobil kami, dua sirkuit yang kami tahu akan menyulitkan kami, dan kami kecewa kehilangan finis podium dan kemenangan gara-gara kesalahan kami sendiri," kata bos tim Mercedes Toto Wolff.

"Grand Prix Prancis berarti kita kembali ke sirkuit yang lebih tradisional dan semoga, lebih menguntungkan kami."

Mercedes selalu memimpin catatan waktu latihan di dua balapan terakhir di Le Castellet dan mengunci dua posisi start baris terdepan.

Baca juga: Bos Mercedes prediksi Red Bull bakal tampil kuat di Baku

Prancis juga menjadi awal dari triple header, tiga balapan beruntun, pertama musim ini, sebelum dua seri di Red Bull Ring, Austria.

Verstappen, yang sudah dua kali memenangi balapan musim ini, tentunya akan berusaha menahan gempuran Mercedes ditambah dukungan moral kemenangan rekan satu timnya, Sergio Perez di Baku.

"Saya merasa baik tapi saya yakin Mercedes akan sangat kuat di trek 'normal' lagi," kata Verstappen.

Sementara pebalap Ferrari Charles Leclerc akan mengincar pole position ketiga secara beruntun.

Balapan akhir pekan ini akan menyoroti kontroversi sayap belakang lentur ketika FIA akan memperkenalkan uji fleksibilitas baru untuk memastikan tim mematuhi regulasi setiap waktu.

Kemudian protokol revisi soal pemanasan dan tekanan ban akan diperkenalkan setelah dua insiden ban bocor di Baku, setelah Pirelli mengindikasikan kedua kejadian yang menimpa Lance Stroll dan Verstappen itu disebabkan oleh bagaimana tim menjalankan ban ketika balapan.

Pebalap Australia Daniel Ricciardo juga akan melanjutkan adaptasinya dengan McLaren di trek yang lebih familier.

"Saya tidak percaya saya akan mengatakan ini, tapi bersemangat menuju Le Castelle," kata Ricciardo setelah mengalami kecelakaan di kualifikasi GP Azerbaijan.

"Dengan trek yang cukup mendasar yang mungkin bisa meloloskan diri dari sejumlah kesalahan. Kebiasaan dengan itu dan kemudian double header di Austria akan tentunya membuat fase pembelajaran ini sedikit lebih mudah."

Baca juga: Perez nyaris menyerah sebelum menang perdana untuk Red Bull di Baku
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar