Satgas: Waspadai tingginya mobilitas orang di perbatasan Malaysia

Satgas: Waspadai tingginya mobilitas orang di perbatasan Malaysia

Arsip foto. Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, menunggu giliran untuk pemeriksaan swab oleh Satgas Penanganan COVID-19 Kaabupaten Nunukan. (ANTARA/M Rusman)

Nunukan (ANTARA) - Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, meminta semua pihak agar mewaspadai potensi peningkatan konfirmasi positif COVID-19 karena tingginya mobilitas orang di perbatasan dengan Malaysia dan antarpulau di sekitar wilayah itu.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Nunukan Aris Suyono di Nunukan, Kamis, mengatakan langkah antisipasi perlu dilakukan terkait dengan penambahan kasus positif COVID-19 di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia ini.

Ia mengakui mobilitas penumpang usai Lebaran di Kabupaten Nunukan baru terlihat terutama dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, maupun dari NTT.

Kemudian, katanya, mobilitas para pelintas batas dari Malaysia juga masih tinggi dan masih terus berlangsung, meskipun negara tetangga tersebut masih "lockdown".

"Memang Malaysia sekarang ini menerapkan lockdown ketat tetapi pelintas batas dari negara itu ke Nunukan tetap ada sehingga kemungkinan meningkatnya konfirmasi positif tetap ada. Begitu pula mobilitas penumpang kapal dari luar pulau baik dari Pulau Sulawesi maupun Pulau Jawa juga masih tinggi," terang Aris.

Baca juga: Sembilan pekerja migran dideportasi dari Sabah terpapar COVID-19
Baca juga: Tambah 30 positif baru, COVID-19 di Nunukan-Kaltara naik 1.341 kasus


Aspek inilah yang berpotensi terjadinya lonjakan konfirmasi positif di Kabupaten Nunukan sehingga masyarakat lokal diimbau tidak  berkerumun dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Bahkan, dia menegaskan saat ini mulai terjadi penularan lokal di Kabupaten Nunukan maka dilakukan tracking karena memperhatikan potensi penyebaran COVID-19 tersebut.

Satgas Penanganan COVID-19 Nunukan menjelaskan masih ada 11 kecamatan yang masih berstatus zona kuning yakni dua kecamatan di Pulau Nunukan, lima kecamatan di Pulau Sebatik. Ditambah empat kecamatan di wilayah III Daratan besar Pulau Kalimantan yaitu Krayan, Seimenggaris, Lumbis dan Tulin Onsoi.

Jumlah pasien positif COVID-19 di Kabupaten Nunukan saat ini tinggal 10 orang. "Jadi potensi penambahan konfirmasi positif COVID-19 di Nunukan ini dari luar daerah," kata Aris.

Baca juga: Bupati Nunukan akan fokus penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi
Baca juga: 2 mesin PCR di Nunukan fokus tangani pekerja dari Malaysia

 

Pewarta: Rusman
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Vaksinasi tekan potensi kematian pasien COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar