Vaksinasi Gotong Royong digelar di Bogor, targetkan 5.000 karyawan

Vaksinasi Gotong Royong digelar di Bogor, targetkan 5.000 karyawan

Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong di kawasan Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat oleh Danone Indonesia (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah bekerja sama dengan perusahaan swasta kembali melaksanakan vaksinasi Gotong Royong pada Kamis, yang kali ini berlokasi di kawasan Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.

Vaksinasi tahap pertama yang digelar Danone Indonesia ini menargetkan 5.000 karyawan di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Nantinya, ada 17 titik vaksinasi yang disediakan hingga 24 Juni mendatang.

Mereka menyiapkan total lebih dari 40.000 vaksin untuk lebih dari 20.000 karyawan, keluarga karyawan dan mitra usaha mereka di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi demi mewujudkan Indonesia Sehat Ekonomi Sehat.

"Kami mengapresiasi pihak swasta atau perusahaan yang melaksanakan program vaksinasi gotong royong secara gratis untuk karyawan, keluarga karyawan, bahkan mitra usaha. Semakin cepat dan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan vaksin dapat meningkatkan perlindungan masyarakat agar tetap produktif dalam menjalani kehidupan sosial dan ekonomi, sehingga perekonomian Indonesia dapat kembali pulih," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu dalam siaran persnya, Kamis.

Baca juga: Ini syarat penggunaan vaksin Gotong Royong untuk program pemerintah

Dia mengatakan, sejak diizinkannya pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong sebagai upaya mempercepat perluasan cakupan vaksinasi COVID-19 pada 24 Februari lalu, tercatat sebanyak 90.000 perusahaan telah melakukan Vaksinasi Gotong Royong dalam waktu yang singkat.

"Saat ini, kita mencapai angka 623 ribu dosis dan diharapkan akhir bulan ini dapat mencapai angka 1 juta dosis per hari. Kami menargetkan akhir tahun 2021 ini 181 juta masyarakat mendapatkan vaksin sehingga kita mencapai herd immunity," tutur Maxi.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan P. Roeslani. Dia menuturkan, program Vaksinasi Gotong Royong menarik animo yang tinggi dari dunia usaha terutama perusahaan di sektor esensial. Program ini merupakan bagian dari komitmen dunia usaha untuk mempercepat program pemerintah dengan memperbanyak jumlah orang yang divaksin.

"Di mata swasta, kebangkitan ekonomi nasional sangat bergantung pada kesuksesan dalam penanganan pandemi COVID-19. Hari ini vaksin yang kedua untuk mendukung Vaksin Gotong Royong sudah datang. Kami akan memberikan notifikasi kepada perusahaan-perusahaan yang akan menerima jatah vaksin yang baru tiba," tutur dia.

Sementara itu, Presiden Direktur Danone Indonesia Connie Ang mengungkapkan, program Vaksinasi Gotong Royong yang perusahaannya jalankan merupakan upaya dukungan bagi pemerintah dalam percepatan vaksinasi di Indonesia agar dapat mencapai target 1 juta vaksinasi per hari.

Program ini juga bentuk apresiasi perusahaan kepada karyawan yang selama pandemi turut berperan dalam penyediaan makanan dan minuman yang sehat ke masyarakat, serta bentuk komitmen mereka terhadap karyawan dan keluarganya.

Pemerintah, dalam rangka percepatan program vaksinasi nasional dan perluasan cakupan vaksinasi COVID-19 melaksanakan Vaksinasi Gotong Royong bagi pelaku usaha atau industri dengan target 1 juta vaksinasi per hari. Vaksinasi ini dibebankan pada perusahaan atau badan hukum atau badan usaha dan diberikan gratis untuk semua karyawan atau keluarganya.

Pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong perdana dimulai sejak 18 Mei 2021 di kawasan industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. Presiden Joko Widodo saat itu ikut meninjau pelaksanaannya bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Ketua Kadin Rosan Roeslani dan Presiden Direktur Unilever Ira Noviarti.

Kementerian Kesehatan menyatakan ada tiga jenis vaksin yang digunakan yakni Sinopharm, Moderna dan Cansino. Ketiganya tidak digunakan dalam Program Vaksinasi Nasional yakni Sinovac, AstraZeneca, Pfizer dan Novavax.

Untuk pengadaan vaksin Gotong Royong, Kementerian BUMN dan PT Bio Farma yang mengemban tanggung jawab. PT Bio Farma juga bertanggung jawab terhadap pendistribusian vaksin ke fasilitas pelayanan kesehatan milik swasta dan BUMN yang bekerjasama dengan badan hukum/badan usaha.

Baca juga: RS MMC gelar vaksinasi Gotong Royong untuk ribuan karyawan

Baca juga: Pemerintah jamin vaksinasi COVID-19 gratis bagi seluruh masyarakat

Baca juga: Kadin pertimbangkan daftar tunggu vaksinasi Gotong Royong

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden Jokowi batalkan vaksinasi COVID-19 berbayar bagi individu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar