Kemarin, situasi COVID-19 di Jakarta hingga Keputusan Gubernur DKI

Kemarin, situasi COVID-19 di Jakarta hingga Keputusan Gubernur DKI

Seorang tenaga kesehatan mengendarai kendaraan yang membawa sepatu untuk disterilkan di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (15/6/2021). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz/pri)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita seputar DKI Jakarta terpopuler pada Kamis (17/6), terkait situasi COVID-19 di Jakarta hingga Keputusan Gubernur DKI Anies Baswedan, telah dirangkum untuk dibaca kembali sebagai referensi pada Jumat (18/6), di antaranya:

Kapolda Metro: Jakarta sedang tidak baik-baik saja

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyatakan, Jakarta sedang tidak baik-baik saja akibat lonjakan angka COVID-19 dalam beberapa hari terakhir.

"Saya titip salam kepada teman-teman wartawan sampaikan kepada masyarakat, Jakarta sedang tidak baik-baik saja, angka COVID-19 terus naik, BOR (Bed Ocupancy Rate) terus naik, jumlah orang yang masuk rumah sakit makin meningkat," kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Kamis.

Baca selengkapnya

DKI pertimbangkan "rem darurat" dari pantauan perkembangan COVID-19

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertimbangkan kemungkinan menerapkan kebijakan "rem darurat" berdasarkan pantauan dari perkembangan kasus penularan COVID-19 yang semakin meningkat.

"Dengan kasus yang luar biasa ini, kita mengambil langkah-langkah ekstra. Pak Gubernur bersama jajaran Forkopimda, akan melihat perkembangan dalam beberapa hari ke depan, apakah kita terus melaksanakan PPKM sampai 14 hari ke depan, atau ada kebijakan lain di tengah 14 hari," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Baca selengkapnya

Anies berlakukan 75 persen WFH perkantoran di zona merah Ibu Kota

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Keputusan Gubernur Nomor 759 Tahun 2021 terkait pemberlakuan aturan jumlah karyawan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) sebesar 75 persen khusus perkantoran yang berada di zona merah Ibu Kota.

Dengan demikian, perkantoran di zona merah hanya boleh mempekerjakan karyawan di kantor (Work From Office/WFO) sebesar 25 persen dari total karyawan secara keseluruhan selama 14 hari ke depan atau sejak 15 hingga 28 Juni 2021.

"Kegiatan pada Tempat Kerja/ Perkantoran milik Swasta/ BUMN/ BUMD/ Instansi Pemerintah di zona merah WFH sebesar 75 persen dan WFO sebesar 25 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat," demikian petikan lampiran Kepgub di Jakarta, Kamis.

Baca selengkapnya

Anies putuskan zona merah Jakarta tidak gelar pembelajaran tatap muka

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan zona merah COVID-19 tidak menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro yang diperpanjang hingga 28 Juni.

Keputusan untuk tidak menggelar PTM di zona merah selama 14 hari, terhitung mulai 15 Juni, tersebut tercantum dalam lampiran Keputusan Gubernur DKI Jakarta tentang Nomor 759 Tahun 2021.

"Kegiatan belajar-mengajar Sekolah/ Perguruan Tinggi/ Akademi di zona merah dilaksanakan secara daring (online)," demikian petikan lampiran dalam Kepgub tersebut yang dilihat di Jakarta, Kamis.

Baca selengkapnya

Penambahan kasus positif COVID-19 Jakarta Kamis (17/6) naik 4.000-an

Setelah beberapa waktu penambahan kasus positif COVID-19 di Jakarta mengalami kenaikan namun berada di kisaran 2.000, Kamis ini kabar tidak mengenakan terjadi dengan dilaporkannya ada penambahan kasus di atas 4.000, yakni 4.144 kasus.

Dengan adanya penambahan kasus positif sebanyak 4.144 kasus positif COVID-19 pada hari Kamis tanggal 17 Juni 2021 ini, kumulasi total kasus positif COVID-19 di Jakarta menjadi sebanyak 458.815 kasus, meningkat 4.144 kasus dari jumlah sebelumnya 454.671 kasus.

Baca selengkapnya

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jalur sepeda balap di JLNT Casablanca tunggu keputusan Gubernur DKI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar