Piala Eropa 2020

Slovakia membayar mahal karena pasif di babak kedua lawan Swedia

Slovakia membayar mahal karena pasif di babak kedua lawan Swedia

Ekspresi kecewa kapten tim nasional Slovakia Marek Hamsik setelah gagal memanfaatkan peluang dalam lanjutan Grup E Euro 2020 melawan Swedia di Stadion Krestovsky, Saint Petersburg, Rusia, Jumat (18/6/2021). (ANTARA/REUTERS/POOL/Anton Vaganov)

Jakarta (ANTARA) - Tim nasional Slovakia harus membayar mahal karena tampil pasif di babak kedua melawan Swedia sehingga kalah 0-1 dalam lanjutan Grup E Euro 2020 di Saint Petersburg, Rusia, Jumat, kata sang kapten Marek Hamsik.

Terlebih lagi, pembeda pertandingan itu lahir dari konversi tendangan penalti yang membuat Slovakia kehilangan satu poin penting yang bisa membesarkan peluang mereka ke babak 16 besar.

"Sungguh disayangkan. Jika mereka tidak mencetak gol dari tendangan penalti, kami mungkin bermain imbang dan mendapatkan poin 'emas'," katanya selepas laga dilansir laman resmi UEFA.

"Kami tampil sedikit lebih pasif di babak kedua dan harus membayar mahal karenanya," ujar Hamsik melengkapi.

Baca juga: Penalti Emil Forsberg perbesar asa Swedia ke 16 besar
Baca juga: Raih 'star of the match', Isak akui membela Swedia adalah hal spesial


Kendati kalah, Slovakia sudah punya tiga poin yang menjadi modal mereka untuk membuka asa ke babak 16 besar.

Hanya saja di pertandingan terakhir Slovakia harus menghadapi tim unggulan turnamen Spanyol saat bertandang ke Sevilla pada Rabu (23/6).

Hamsik mengakui itu akan menjadi tantangan besar, tapi dia yakin peluang bagi Slovakia masih terbuka.

"Semuanya masih terbuka. Kami harus memulihkan kondisi dengan baik. Spanyol adalah unggulan utama grup ini bahkan kandidat juara. Ini akan menjadi tantangan besar," tutup Hamsik.

Baca juga: Eriksen sukses jalani operasi pemasangan alat pacu jantung
Baca juga: Busquets kembali ke skuad Spanyol setelah tes negatif


Di edisi 2016 lalu, yang merupakan debut mereka di Euro, Slovakia mampu melangkah ke babak 16 besar berbekal satu kemenangan dan satu hasil imbang.

Hamsik dkk tentunya ingin mengulangi atau bahkan melampaui raihan tersebut, kendati mereka tiba di Euro kali ini harus melewati jalur playoff.

Baca juga: Deschamps sebut Griezmann salah satu pemain terbaik Eropa bahkan dunia
Baca juga: Belgia sempat dikagetkan Denmark, untung ada de Bruyne, Hazard, Witzel


 

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cegah COVID-19, nobar Piala Eropa dilarang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar