Laporan dari China

Lecehkan kaum perempuan, pameran seni di Shanghai ditutup

Lecehkan kaum perempuan, pameran seni di Shanghai ditutup

Ilustrasi - Seorang pengunjung memotret di ruang pameran karya seni di Shanghai, China. ANTARA/M. Irfan Ilmie

Kami mendapati konsep pameran ini tidak menghormati dan menyinggung kaum perempuan. Kami mohon maaf kepada para pengunjung yang merasa tidak nyaman dengan pameran ini,
Beijing (ANTARA) - Pameran seni di jantung Kota Shanghai, China, ditutup setelah foto 5.000 mahasiswi yang diranking berdasarkan penampilan menuai kritik tajam dari masyarakat karena dianggap melecehkan kaum perempuan.

Manajemen OCAT Shanghai yang menjadi tempat penyelenggaraan pameran bertajuk "Uglier and Uglier" itu mengumumkan penutupan tersebut.

"Kami mendapati konsep pameran ini tidak menghormati dan menyinggung kaum perempuan. Kami mohon maaf kepada para pengunjung yang merasa tidak nyaman dengan pameran ini," demikian pernyataan OCAT Shanghai di akun resmi Weibo, Jumat (18/6).

Pada bagian depan ruang pameran terpampang pelang bertuliskan karakter Hanzi yang artinya tutup karena ada perbaikan peralatan.

Baca juga: Andy Lau Pria China Yang Paling Disukai Wanita Barat
Baca juga: Cinta bersemi pada kehijauan


"Tidak ada kejelasan, kapan pameran ini dibuka kembali untuk publik," kata seorang staf OCAT Shanghai dikutip media China, Minggu.

"Uglier and Uglier" hasil kreasi Song Ta, seorang seniman dan kurator asal Provinsi Guangdong, pada 2013.

Dalam sebuah wawancara dengan akun media sosial BIE yang berbasis di Beijing pada 2019, Song mengatakan bahwa dia dan asistennya diam-diam mengambil foto sekitar 5.000 mahasiswi di sebuah kampus lalu mereka membuat peringkat ribuan foto itu berdasarkan penampilan sebagai sebuah karya seni.

Foto-foto tersebut ditampilkan dalam video berdurasi delapan jam "dalam urutan penampilan", yaitu dari yang paling indah hingga paling jelek menurut sistem penilaian Song sendiri.

"(Perempuan) yang berada di peringkat bawah sangat menakutkan sehingga (mereka bisa membuat pengunjung) tidak nyaman," kata Song pada saat itu.

Banyak pengguna Weibo mengkritik karya seni pria tersebut karena menjadikan wanita sebagai objek pelecehan.

"Song sangat kasar karena secara terbuka mengomentari wanita muda ini dari kepala hingga kaki dengan cara yang sangat merendahkan," tulis seorang pengguna Weibo. 

Baca juga: Wanita di China operasi plastik untuk hindari tagihan hutang
Baca juga: Museum untuk mengenang "wanita penghibur" China dibuka

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar