Muzani dukung penuntasan kasus penembakan jurnalis di Sumut

Muzani dukung penuntasan kasus penembakan jurnalis di Sumut

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani (baju merah) saat menerima kedatangan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), di Kota Tangerang, Banten. ANTARA/HO-SMSI/am.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani mendukung penuntasan kasus penembakan jurnalis Mara Salem Harahap di Sumatera Utara.

Ia juga meminta penyelidikan kasus tersebut harus dilakukan serius dan tuntas.

“Penyelidikan kasus ini harus dilakukan serius dan tuntas, apapun latar belakang kejadiannya. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) perlu turun tangan untuk membentuk tim pencari fakta,” kata Ahmad Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Hal itu dikatakan Muzani ketika menerima Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus dan tim, di Tangerang, Banten, Minggu. Firdaus didampingi Sekretaris Jenderal SMSI Mohammad Nasir, dan anggota Dewan Penasihat SMSI Pusat Ervik Ary Susanto.

Baca juga: LPSK dorong saksi bersuara kasus tewasnya jurnalis di Sumut
Baca juga: Kapolda sampaikan dukacita atas meninggalnya jurnalis di Simalungun


Muzani mengatakan peristiwa penembakan tersebut bukan hanya pembunuhan terhadap Mara Salem Harahap alias Marsal, tetapi melukai banyak hal, terutama kalangan pers, dan demokrasi.

"Pembunuhan ini juga merupakan ancaman terhadap negara," ujarnya.

Muzani sepakat dengan sikap SMSI bahwa kepolisian harus segera menyelesaikan secara tuntas penanganan kasus penembakan Marsal karena tidak ada alasan lagi kasus penembakan orang tidak diusut.

Ketua Umum SMSI Firdaus mengatakan dirinya bertemu Ahmad Muzani untuk memohon secara politik, mendesak pemerintah dalam hal ini kepolisian agar menuntaskan penyelidikan dan penyidikan kasus penembakan terhadap Mara Salem Harahap.

Menurut dia, penembakan yang menewaskan Marsal ini bukan semata-mata kejahatan biasa, tetapi perbuatan keji yang berdampak luas terhadap perkembangan demokrasi.

"Penembakan itu selain membunuh orang pers, juga mengancam karakter demokrasi yang dikembangkan oleh pers. Kita tahu pers adalah pilar ke-4 demokrasi yang selain mengontrol jalannya demokrasi, juga pelaksana demokrasi," katanya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, Sabtu (19/6) juga mengecam penembakan terhadap Marsal.

"Sebuah kabar duka kembali mewarnai kehidupan pers Indonesia. Pemimpin Redaksi LasserNewsToday, Mara Salem Harahap meninggal dunia Sabtu Juni 2021," surat pernyataan Dewan Pers yang ditandatangani Mohammad Nuh.

Nuh juga mendesak aparat kepolisian segera menyelidiki kasus ini secara serius dan seksama. Menurut dia, pelaku dan motif pembunuhan harus diungkapkan, rasa keadilan keluarga Mara Salem Harahap juga harus ditegakkan.

Dia mengimbau agar segenap komunitas pers Sumatera Utara memperhatikan masalah pembunuhan Marsal dan secara proporsional membantu aparat kepolisian untuk mencari bukti-bukti dan mengungkap fakta.

Baca juga: Muhaimin: Penembakan jurnalis adalah "alarm" kebebasan pers
Baca juga: La Nyalla minta Polri usut tuntas kasus jurnalis ditembak di Sumut


Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Gerindra dan PDIP sepakat kuatkan gotong-royong atasi pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar