Pasien positif COVID-19 meninggal di Bangka Barat tambah 2 jadi 35

Pasien positif COVID-19 meninggal di Bangka Barat tambah 2 jadi 35

Ilustrasi - Penjaga makam merapihkan tanah pemakaman jenazah yang baru saja di makamkan dengan protokol COVID-19 di TPU Desa Sukamulya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Ahad (20/6/2021). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/hp.

Mentok, Babel (ANTARA) - Satuan Tugas Pengendalian COVID-19 Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan hari ini terjadi penambahan dua kasus pasien yang menjalani perawatan meninggal dunia sehingga menjadi 35 kasus selama pandemi berlangsung.

"Dari total 2.447 kasus warga positif COVID-19 yang ditemukan selama pandemi berlangsung, 35 kasus meninggal dunia," kata Juru Bicara Satgas Pengendalian COVID-19 Kabupaten Bangka Barat, M. Putra Kusuma di Mentok, Senin.

Ia menjelaskan dua orang pasien meninggal dunia tersebut, masing-masing berinisial tuan Mu (40) dari Desa Pebuar, Jebus, meninggal dunia di Puskesmas Jebus dan sudah dimakamkan di permakaman desa setempat.

Tuan Mu dinyatakan positif COVID-19 dari pemeriksaan antigen di Puskesmas Jebus pada 20 Juni 2021.

Baca juga: Satgas: Kasus COVID-19 di Bangka Barat turun 38 persen

Baca juga: Pasien COVID-19 meninggal di Bangka Barat tambah delapan


Sedangkan satu kasus lain, yaitu tuan Sy (59) asal Kelurahan Kelapa, Kelapa meninggal dunia pada Senin ini sekitar pukul 01.45 WIB di RSUD Sejiran Setason.

"Yang bersangkutan didiagnosa positif COVID-19 dari hasil pemeriksaan antigen di RSUD Sejiran Setason pada 17 Juni 2021. Jenazah rencananya akan dimakamkan hari ini di permakaman Kelurahan Kelapa," kata Putra.

Dengan adanya dua tambahan kasus itu, sampai saat ini jumlah meninggal dunia menjadi 35 kasus, berasal dari Mentok 11 kasus, Jebus lima kasus, Parittiga tujuh kasus, Kelapa enam kasus dan Tempilang enam kasus.

Dari keseluruhan kasus yang terjadi selama pandemi yakni 2.447 kasus, sebanyak 2.358 pasien sudah dinyatakan sembuh dan lainnya masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri.

"Kami berharap masyarakat tetap waspada karena saat ini penularan masih berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, minimal memakai masker saat beraktivitas di luar rumah," katanya.*

Baca juga: Satgas COVID-19 Bangka Barat temukan 18 klaster dominan di Mentok

Baca juga: Kasus COVID-19 di Bangka Barat bertambah 51 orang

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wiku: Penularan rendah, COVID-19 sukar bermutasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar