Antisipasi varian baru, "tracing" COVID-19 di Makassar digencarkan

Antisipasi varian baru, "tracing" COVID-19 di Makassar digencarkan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Makassar, dr Andi Hadijah Iriani R, Sp.THT.M.Si. ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Strategi pendekatan "tracing" hingga testing dilakukan melalui "Makassar COVID-19 Hunter"
Makassar (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel)  semakin menggencarkan "tracing" (penelusuran)  terhadap kasus COVID-19 di wilayah itu, terlebih COVID-19 varian baru mulai bermunculan di Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Makassar, dr Andi Hadijah Iriani R, Sp.THT.M.Si , di Makassar, Senin mengemukakan strategi pendekatan tracing hingga testing yang dilakukan yakni melalui "Makassar COVID-19 Hunter".

Strategi COVID-19 Hunter, kata dia, salah satunya ialah mengurangi kerumunan, sehingga jika ada yang terkontaminasi maka segera dilakukan testing.

"Kita kepung rumahnya, lalu kita lakukan testing dan tanya secara rinci di mana kuliah, tempat kerja dan tempat mereka berkumpulnya," katanya.

"Itu tugasnya setelah terkonfirmasi positif dari hasil laboratorium, terus dilaporkan kepada Dinas Kesehatan, kita segera menginstruksikan ke puskesmas bahwa ada satu masyarakat yang terkonfirmasi positif," katanya

Kemudian, pihak puskesmas bersama tim yang terdiri  atas TNI/Pokri, petugas kesehatan dibantu pula dari Satpol PP, melakukan tracing di rumah pasien terkonfirmasi positif dan dilakukan swab test kepada seluruh anggota keluarga.

Bantuan TNI dan Polri sangat dibutuhkan sebab pada pelaksanaannya, karena pihak kesehatan membutuhkan rasa aman dan nyaman dalam melaksanakan tugasnya.

Ia mengakui bahwa tenaga kesehatan masih memiliki rasa takut karena belum semua masyarakat bisa menerima pelaksanaan tracing COVID-19.

"Alhamdulillah dengan kegiatan dan kerja sama ini, Insya Allah kita mampu menekan penyebaran pandemi ini," katanya.

Menurut dia tingginya kasus COVID-19 terjadi karena adanya pekerja-pekerja yang telah pulang dari mudik. Maka atas kerja sama dengan perusahaan, para pekerja tersebut harus melakukan tes antigen sebelumnya dan isolasi mandiri selama sepekan sebelum kembali bekerja.

"Ini yang kita jaga jangan sampai dia menyebar kemana-mana. Jadi terlokalisasi sehingga tidak terjadi banyak penyebaran karena ada regulasi, jangan dulu dikeluarkan dan pimpinan perusahaan tersebut kooperatif," katanya.

Skema ini pun akan menjadi salah satu upaya yang akan diambil Pemkot Makassar untuk menjaga penularan dan peningkatan kasus COVID-19 Makassar menjelang Idul Adha, pada Juli mendatang.

Serupa Idul Fitri 2021, shalat id pada Idhul Adha nanti akan kembali dilaksanakan di masing-masing area tempat tinggal dab dilarang adanya acara keluarga di rumah atau berkunjung silaturahmi ditiadakan, demikian Andi Hadijah Iriani R .

Baca juga: Pembatasan jam malam kembali berlaku di Makassar

Baca juga: DPRD Makassar: Insentif nakes dari Pemkot masih kurang Rp8 miliar

Baca juga: Total 97 pekerja proyek apartemen Sudirman Suites positif COVID-19

Baca juga: IDI minta pembukaan sekolah dipertimbangkan meski guru telah divaksin

 

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Hoaks Atau Benar - Warga DKI dilarang keluar di atas pukul 19.00? Gereja Katedral gelar ibadah tatap muka saat PPKM?

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar