PKS tunggu respons PAN Padang soal pengisian kursi wakil wali kota

PKS tunggu respons PAN Padang  soal pengisian  kursi wakil wali kota

Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Wilayah (BPW) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Hendri Munief. ANTARA/Ikhwan Wahyudi

Di tingkat DPP, kedua partai kami sudah bertemu, tinggal di Padang yang belum
Padang (ANTARA) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih menunggu respons dari DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Padang terkait dengan pengisian kursi wakil wali kota Padang yang kosong sejak 7 April 2021.

"Sejak Mei 2021 kami sudah menyurati DPD PAN Kota Padang yang dipimpin oleh Hendri Septa yang juga Wali Kota Padang untuk membicarakan soal kursi wakil wali kota, namun sampai sekarang belum ada respons," kata Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Wilayah (BPW) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Hendri Munief, di Padang, Senin, pada roadshow DPP PKS di lima provinsi.

Menurut dia, sebelumnya PKS sudah membangun komunikasi dan silaturahmi dengan DPW PAN Sumbar membahas soal kursi wakil wali kota Padang.

"Sekarang tinggal respons dari DPD PAN Kota Padang, dan kami berharap bisa bersama-sama saling menguatkan untuk mempercepat proses ini," ujarnya pula.

Ia menjelaskan berdasarkan aturan yang ada untuk memilih wakil wali kota Padang diusulkan dua nama dari partai pengusung.

"Karena partai pengusung adalah PKS dan PAN, maka dua nama tersebut adalah kesepakatan kedua partai, bukan berarti satu PKS, satu PAN, bisa saja keduanya dari PKS atau dua-duanya dari PAN, karena yang penting sepakat," kata dia.

Karena itu, ia menilai jangan dipahami harus satu nama diusung PKS dan satu lagi diusung PAN.

Ia mengemukakan jika Ketua DPD PAN Kota Padang Hendri Septa yang saat ini juga Wali Kota Padang membuka komunikasi, maka proses ini akan bisa lebih cepat.

"Di tingkat DPP, kedua partai kami sudah bertemu, tinggal di Padang yang belum," katanya pula.

Terkait dengan adanya keinginan PAN untuk juga mengusung calon wakil wali kota, menurutnya, itu merupakan kewenangan ketua DPD PAN, namun yang dikhawatirkan bukan itu melainkan tidak menginginkan adanya wakil.

"Ini bisa jadi masalah, padahal amanat UU kepala daerah itu harus ada wakil, ibarat kata beban yang dibagi dua lebih ringan dikerjakan berdua ketimbang sendiri," katanya lagi.

Mengenai dua nama yang diusung kedua partai tentu harus melalui musyawarah, namun ia menilai alangkah eloknya wakil wali kota dari PKS, karena wali kota sudah dari PAN.

"Dengan demikian alangkah elok kedua nama yang diusulkan adalah keduanya dari PKS, karena secara etika politiknya demikian," kata dia pula.

Akan tetapi, ia tetap menghargai PAN dalam mengambil keputusan dan tetap menunggu respons.

Wakil Ketua DPW PKS Sumbar Ulyadi Yesmar menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan dua nama untuk dipilih sebagai wakil wali kota Padang pengisi masa jabatan hingga 2024, yaitu Ketua DPD PKS Kota Padang Muharlion dan Ketua Bidang Humas DPW PKS Sumbar Mulyadi Muslim.

"Kedua nama tersebut sudah melakukan sosialisasi dan silaturahmi dengan sejumlah pihak terkait," kata dia.

Ia berharap yang akan menjadi wakil wali kota adalah dari PKS, karena sebelumnya Wali Kota Padang diusung oleh PKS dan kemudian terpilih sebagai Gubernur Sumbar.

Usai dilantiknya Wali Kota Padang Mahyeldi sebagai Gubernur Sumbar, Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa sesuai ketentuan perundang-undangan ditetapkan dan dilantik sebagai Wali Kota definitif sisa masa jabatan 2019-2024 pada 7 April 2021, sehingga kursi wakil wali kota kosong.

Untuk proses pemilihan wakil wali Kota Padang akan diusulkan dua nama oleh partai pengusung, untuk kemudian dipilih di DPRD Padang dengan menggunakan metode voting dan siapa yang mendapatkan suara terbanyak akan ditetapkan sebagai wakil wali kota terpilih.
Baca juga: PKS tetapkan dua nama calon wakil wali kota Padang
Baca juga: Mahyeldi-Hendri Septa akan dilantik jadi Wali Kota Padang 13 Mei

Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar