Kalsel siap sambut peserta Pelayaran Muhibah dan Jalur Rempah

Kalsel siap sambut peserta Pelayaran Muhibah dan  Jalur Rempah

Tim persiapan pelaksanaan Titian Pelayaran Budaya dan Jalur Rempah di Kalsel. ANTARA/dokumen

Muhibah Budaya merupakan pelayaran menggunakan KRI yang membawa pemuda pemudi pilihan dari 34 provinsi untuk napak tilas jalur rempah Nusantara.
Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap menyambut kedatangan peserta Pelayaran Muhibah Budaya dan Jalur Rempah 2021 yang menjadikan Banjarmasin sebagai salah satu titik simpul tempat singgah.

Pj Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA di Banjarmasin, Senin mengatakan kegiatan yang digelar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, dimulai dari Banda Neira pada 17 Agustus 2021 hingga Surabaya, pada 28 Oktober 2021.

Di Banjarmasin, berdasarkan rencana yang disampaikan tim dari Kemendikbudristek, proses penyambutan peserta yang menaiki KRI Dewa Ruci itu dijadwalkan pada 20 Agustus dan pelepasan 23 Agustus.

Muhibah Budaya merupakan pelayaran menggunakan KRI yang membawa pemuda pemudi pilihan dari 34 provinsi untuk napak tilas jalur rempah Nusantara.

Pelayaran ini akan menyusuri titik-titk Jalur Rempah Nusantara di antaranya terdapat 13 titik yang dipilih pada 2021.

Sebanyak ke-13 titik rempah yang akan disusuri oleh pelayaran ini yaitu, Banda Neira, Ternate, Makassar, Banjarmasin, Bintan, Medan, Lhouksemawe, Padang, Banten, Jakarta, Semarang, Beno, dan berakhir di Surabaya.
Baca juga: Dispar Kalsel promosikan wisata alam melalui "Tour de Loksado"
Baca juga: Pemprov Kalsel kembali buka kawasan wisata alam Tahura Sultan Adam

Menurut Safrizal, kegiatan ini bertujuan menguatkan jati diri bangsa, mengenal kearifan budaya setempat, dan merayakan ketersambungan budaya Jalur Rempah.

Di hadapan tim yang melakukan audiensi, Safrizal langsung meminta SKPD terkait yakni dinas pariwisata, dinas perhubungan, dinas perikanan dan kelautan, serta dinas pemuda dan olahraga setempat, agar mempersiapkan kepanitiaan.

"Saya minta kadis untuk membentuk kepanitiaan dan menyusun rundown lokal," katanya.

Safrizal juga menyarankan, setelah kepanitiaan lokal terbentuk dan mendapat pengarahan dari tim pusat, rencana kegiatan ini diekspos ke media, sehingga diketahui masyarakat.

Namun dia mengingatkan, karena masih pandemi COVID-19, pelaksanaan kegiatan harus tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

Rencananya, peserta yang akan mengikuti Muhibah Budaya Jalur Rempat dari setiap koridor pelayaran sebanyak 125 orang peserta.

Seluruh peserta yang akan mengikuti jalur rempah akan disebar ke dalam lima titik pergantian atau pertukaran peserta yakni Ambon, Makassar, Tanjung Uban, Padang, dan Jakarta.

Di Banjarmasin Peserta akan mengunjungi beberapa situs sejarah seperti Makam Sultan Suriansyah, Museum Wasaka, dan tempat lainnya.

Melalui pagelaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah ini, diharapkan masyarakat khususnya para generasi muda dapat melihat betapa besar dan hebatnya Indonesia serta membakar semangat mereka untuk selalu mencintai dan menjaga Indonesia.
Baca juga: Badung dukung pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah
Baca juga: Festival Jalur Rempah jadi momen kenalkan Medan "The Kitchen of Asia"

Baca juga: Festival jalur rempah jadi momentum Surabaya jadi kota wisata

Pewarta: Ulul Maskuriah
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

SKK Migas serahkan bantuan ISO tank oksigen ke Pemprov Kalsel

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar