Ekonom nilai relaksasi peraturan IPO positif buat perusahaan teknologi

Ekonom nilai relaksasi peraturan IPO positif buat perusahaan teknologi

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia David Sumual. ANTARA/Citro Atmoko/aa.

Kalau dulu, saham komoditas yang diburu investor, tapi sekarang saham-saham teknologi jadi primadona. Di Eropa dan Amerika, investor menunjukkan antusiasme besar pada saham-saham sektor teknologi
Jakarta (ANTARA) - Kepala Ekonom BCA David Sumual menilai relaksasi peraturan terkait penawaran saham perdana (IPO) bisa memberikan dampak positif bagi perusahaan berbasis teknologi yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

David mengatakan reformasi regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut dapat meningkatkan kinerja saham-saham di sektor teknologi seperti yang terjadi di bursa AS, Eropa hingga China.

"Kalau dulu, saham komoditas yang diburu investor, tapi sekarang saham-saham teknologi jadi primadona. Di Eropa dan Amerika, investor menunjukkan antusiasme besar pada saham-saham sektor teknologi," katanya di Jakarta, Selasa.

Saat ini, sejumlah perusahaan berbasis teknologi start-up seperti Bukalapak, Ruangguru, GoTo dan Traveloka disebut-sebut segera melepas saham ke bursa saham domestik. Bahkan saham Bukalapak diperkirakan bisa dijualbelikan Agustus 2021.

Menurut David, momentum IPO dari berbagai unicorn tersebut perlu mendapatkan kemudahan regulasi dari pemangku kepentingan terkait, salah satunya adalah peraturan mengenai profitabilitas untuk memudahkan start-up dalam mencari pendanaan.

"Perlu aturan yang meringankan mereka untuk bisa listing di bursa. Misalnya, salah satu yang sulit itu adalah peraturan terkait profitabilitas," katanya.

Selain itu, lanjut dia, kemudahan perizinan, biaya listing yang lebih murah maupun kecepatan administrasi menjadi beberapa aspek yang ditunggu perusahaan teknologi yang akan IPO.

Dengan adanya pembenahan peraturan yang disertai sinyal kuat dari para investor, tambah dia, start-up bisa jadi daya tarik tersendiri bagi masuknya investasi asing ke dalam negeri.

Ia juga memastikan, penawaran saham tersebut nantinya bisa menarik minat pemodal dalam negeri, yang ingin berkontribusi terhadap berkembangnya perusahaan berbasis digital milik anak bangsa.

"Coba lihat China, dia memiliki perusahaan teknologi berbasis domestik yang besar dan pasarnya juga besar. Dengan pasar domestik kita yang besar, kita juga seharusnya bisa memberikan dukungan bagi perusahaan teknologi lokal yang bagus dan mampu bersaing," katanya.

Baca juga: Ekonom: IPO perusahaan teknologi jadi katalis tarik minat investor

Baca juga: Komunitas Fintech dukung BEI fasilitasi perusahaan teknologi IPO

Baca juga: INDEF nilai valuasi bisnis startup jadi penentu IPO

 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KPK minta NTB buat regulasi pendidikan pencegahan korupsi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar