Program Silent Center ditargetkan mampu turunkan angka pengangguran

Program Silent Center ditargetkan mampu turunkan angka pengangguran

Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi, Jawa Barat, yang merupakan pusat perdagangan, keramaian dan ekonomi warga Kota Sukabumi. ANTARA/Aditya Rohman

Program Silent Center ini merupakan salah satu program unggulan dalam 100 hari kerja Bupati Sukabumi Marwan Hamami dan Wabup Sukabumi Iyos Somantri dalam bidang ketenagakerajan
Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Program Sukabumi Integrated Labour and Employmert (Silent) Center yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi ditargetkan mampu menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Program Silent Center ini merupakan salah satu program unggulan dalam 100 hari kerja Bupati Sukabumi Marwan Hamami dan Wabup Sukabumi Iyos Somantri dalam bidang ketenagakerajan," kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami di Sukabumi, Selasa.

Menurut dia​​​​​, Silent Center ini merupakan aplikasi berbentuk website yang bisa digunakan oleh siapapun yang sedang mencari info terkait ketenagakerjaan. Warga khusus pencari kerja bisa membuka di website https://disnakertrans.sukabumikab.go.id/.

Dalam website tersebut berbagai informasi dunia pekerjaan, industri, perusahaan, pelatihan, bursa kerja, lowongan kerja, serikat pekerja hingga informasi pekerja migran Indonesia pun ada. Bahkan dalam aplikasi tersebut mempermudah pencari kerja dalam membuat kartu tenaga kerja.

Sehingga, mereka bisa mecari informasi lowongan pekerjaan sesuai dengan keahlian dan keinginannya. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga bisa membantu para pengusaha yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kriteria perusahaannya.

"Dengan adanya aplikasi ini pencari kerja akan dengan cepat dan mudah mencari pekerjaan, sehingga kami targetkan angka pengangguran di Kabupaten Sukabumi terus berkurang," tambahnya.

Di sisi lain, Marwan mengatakan Pemkab Sukabumi sata ini terus menggenjot masyarakatnya agar bisa memanfaatkan potensi yang ada di daerahnya masing-masing untuk menjadi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Apalagi seperti diketahui, kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali ini memiliki sumber daya alam (SDM) seperti di sektor pariwisata dan pertanian yang mumpuni tinggal sejauh mana kreatifitas dalam memanfaatkan potensi tersebut.

Jika potensi sumber daya alam ini bisa dimanfaatkan maka perekonomian warga bisa lebih cepat terdongkrak, ditambah Pemkab Sukabumi sangat mendukungnya karena program peningkatan ekonomi berbasis masyarakat terus digenjot pihaknya.

Belum lagi pembangunan akses perhubungan yang dibangun pemerintah pusat mulai dari Jalan Tol Bocimi, Jalur Ganda KA Sukabumi-Bogor dan ke depan dibangun Bandara Sukabumi dan yang viral saat ini juga akan dibangun Bukit Algoritma di Kecamatan Cikidang yang menyerupai Silicon Valley di Amerika Serikat tentu harus dimanfaatkan.

Ditambah, berbagai pembangunan yang dilakukan Pemkab Sukabumi dan Pemprov Jabar yang tujuannya juga untuk mempermudah warga mendapatkan akses perekonomian, pendidikan, kesehatan dan lain-lain masyarakat bisa memanfaatkannya. Jangan sampai setelah pembangunan ini selesai malah menjadi penonton di daerahnya sendiri.

Baca juga: Bangkitkan ekonomi Pemkab Sukabumi andalkan pariwisata dan pertanian

Baca juga: Pemkot Sukabumi klaim perekonomian masyarakat kembali meningkat

Baca juga: KAHMI ikut berperan meningkatkan ekonomi di masa pandemi

 

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemkab Sukabumi sediakan 6.000 paket sembako murah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar