KAI Commuter imbau masyarakat gunakan KRL untuk kebutuhan mendesak

KAI Commuter imbau masyarakat gunakan KRL untuk kebutuhan mendesak

Sejumlah calon penumpang KRL mengantre untuk menjalani tes usap (swab) antigen yang digelar PT KCI di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (22/6/2021). Tes acak yang dilakukan oleh PT KCI tersebut guna menekan penyebaran COVID-19 di lingkungan transportasi KRL. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Selain melindungi sesama pengguna KRL dari resiko penularan Covid-19, kesediaan mengikuti protokol kesehatan dan tes acak antigen juga akan melindungi para petugas yang selama pendemi ini terus melayani pengguna KRL dari garis terdepan
Jakarta (ANTARA) - KAI Commuter mengimbau masyarakat agar menggunakan layanan KRL Jabodetabek jika dalam kondisi harus beraktivitas di luar rumah maupun memiliki keperluan mendesak.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba mengatakan imbauan tersebut untuk melindungi kesehatan para pengguna dan petugas dari penyebaran Covid-19.

"Selain melindungi sesama pengguna KRL dari resiko penularan Covid-19, kesediaan mengikuti protokol kesehatan dan tes acak antigen juga akan melindungi para petugas yang selama pandemi ini terus melayani pengguna KRL dari garis terdepan," kata Anne Purba dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Anne mengatakan KAI Commuter juga terus melaksanakan tes acak antigen sejak Senin (21/6) lalu, di enam stasiun. Hingga Kamis (24/6), sudah ada 560 orang yang mengikuti tes tersebut dengan hasil 24 orang diantaranya reaktif.

Tes acak antigen yang dilakukan KAI Commuter ini dilakukan sebagai upaya melindungi masyarakat yang masih harus beraktivitas menggunakan KRL serta para petugas di lapangan.

"Mereka yang hasilnya reaktif telah dicegah untuk naik KRL dan selanjutnya datanya diserahkan kepada Puskesmas setempat," ujarnya.

Ia menambahkan penerapan protokol kesehatan secara ketat juga secara konsisten dilakukan KAI Commuter kepada para penggunanya.

Selain itu, ribuan petugas juga telah mendapatkan vaksin sebagai bagian dari sasaran vaksinasi pemerintah untuk petugas layanan publik, dan secara bertahap akan mencapai seluruh petugas.

Mengutip data Kementerian Kesehatan yang menyebutkan penderita Covid-19 anak-anak mencapai 12,5 persen dari total kasus per Minggu (20/6) lalu, hal ini sejalan dengan kebijakan KAI Commuter melarang balita naik KRL sejak Juni 2020, kecuali dengan kebutuhan mendesak dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Sementara itu, volume pengguna KRL hingga pukul 10.00 WIB tercatat ada 139.281 orang atau berkurang sekitar 4 persen dibanding Rabu (23/6) di waktu yang sama. Hal ini sejalan dengan anjuran pemerintah yang meminta masyarakat kembali beraktivitas dari rumah.

Baca juga: KAI Commuter temukan 16 orang reaktif sesuai tes antigen acak
Baca juga: Jumlah penumpang KRL turun pada hari kedua PPKM
Baca juga: Urai antrean, KAI Commuter promosikan KMT di enam stasiun

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar