Bank Mandiri perkirakan penjualan mobil naik 39,5 persen tahun ini

Bank Mandiri perkirakan penjualan mobil naik 39,5 persen tahun ini

Ilustrasi: Pengunjung menaiki mobil yang dipamerkan dalam IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (18/4/2021). . ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Kebijakan perpanjangan akan meningkatkan penjualan sebesar 1.386 unit,
Jakarta (ANTARA) - Tim Ekonom PT Bank Mandiri Persero Tbk memprediksi penjualan mobil di pasar domestik akan tumbuh hingga 39,5 persen pada 2021 menjadi 742.150 unit, setelah pemerintah memperpanjang diskon penuh PPnBM menjadi nol persen untuk pembelian mobil baru hingga Agustus 2021.

“Kebijakan perpanjangan akan meningkatkan penjualan sebesar 1.386 unit,” kata Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Sebelum diskon PPnBM ini diperpanjang, Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan penjualan mobil pada 2021 sebesar 39,2 persen dengan penjualan sebanyak 740.764 unit.

Diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) menjadi nol persen untuk mobil sebelumnya hanya berlaku dari 1 Maret hingga akhir Mei 2021.  Namun pemerintah memperpanjang diskon PPnBM mobil baru itu untuk membangkitkan kembali sektor industri manufaktur, khususnya otomotif, di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga: Diskon PPnBM diperpanjang, industri otomotif bersiap genjot produksi

Sebagai perbandingan pada periode pertama diskon PPnBM atau periode Maret-Mei 2021 peningkatan penjualan mobil hanya sebanyak 18.304 unit. Pada periode Maret-Mei itu, Andry melihat diskon PPnBM cukup mengangkat penjualan mobil ritel atau penjualan dari diler ke konsumen.

Peningkatan penjualan mobil tertinggi terjadi pada segmen mobil dengan kapasitas mesin 1501-2500 cc yang tumbuh 1.357,5 persen dari 951 unit pada periode April-Mei 2020 menjadi 13.861 unit pada periode yang sama 2021.

Sementara itu segmen mobil dengan kapasitas mesin kurang dari 1500 cc hanya tumbuh sebesar 28,8 persen dari 63.468 unit pada periode Maret-Mei 2020 menjadi 81.772 unit pada periode yang sama 2021.

Tim Ekonom Bank Mandiri menduga kelompok masyarakat menengah-bawah yang merupakan sasaran potensial diskon PPnBM untuk mobil kurang dari 1.500 cc belum memiliki kepercayaan diri (consumer confidence) yang cukup untuk membeli mobil baru, selain juga masih merasakan dampak tekanan dari pandemi COVID-19 sejak 2020.

Baca juga: Relaksasi PPnBM dongkrak signifikan penjualan Toyota pada Januari-Mei

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Rangkul 'fintech', Bank Mandiri optimalkan layanan daring

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar