Saham Hong Kong naik didorong teknologi dan material

Saham Hong Kong naik didorong teknologi dan material

Logo Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd. (HKEX) terlihat di distrik Pusat keuangan di Hong Kong, Cina, Senin (14/9/2020). ANTARA/REUTERS/Tyrone Siu/am.

Untuk minggu ini, HSI naik 1,8 persen, sementara HSCE bertambah 2,2 persen
Hong Kong (ANTARA) - Saham Hong Kong ditutup lebih tinggi pada Jumat untuk membukukan kenaikan mingguan, karena perusahaan teknologi dan material naik setelah investor China daratan melanjutkan pembelian saham melalui Stock Connect.

Indeks Hang Seng ditutup naik 405,76 poin atau 1,4 persen ke level 29.288,22. Indeks Hang Seng China Enterprises (HSCE) naik 1,88 persen menjadi 10.878,45.

Memimpin kenaikan, indeks teknologi Hang Seng dan indeks material Hang Seng masing-masing naik 2,4 persen dan 3,3 persen.

Subindeks energi Hang Seng naik 1,7 persen, sementara sektor TI naik 3,1 persen, sektor keuangan berakhir 0,75 persen lebih tinggi dan sektor properti naik 0,18 persen.

Yang menguat teratas di Hang Seng adalah Meituan, yang naik 4,76 persen, sedangkan pecundang terbesar adalah Sunny Optical Technology Group Co Ltd, yang turun 1,58 persen.

Untuk minggu ini, HSI naik 1,8 persen, sementara HSCE bertambah 2,2 persen.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell selama seminggu menegaskan kembali bahwa bank sentral AS tidak akan menaikkan suku bunga terlalu cepat hanya berdasarkan ketakutan akan datangnya inflasi.

Sentimen terus membaik yang mendorong berlanjutnya pembelian saham oleh investor dari China daratan, yang membeli saham Hong Kong senilai 5 miliar yuan pada hari Jumat, menurut data Refinitiv, dikutip dari Reuters.

Sementara itu, Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat AS telah menjadwalkan pertemuan pada hari Rabu untuk mempertimbangkan undang-undang menyeluruh untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan mendorong Beijing taat pada hak asasi manusia.

Pada Kamis, pemerintahan Biden melarang AS mengimpor bahan utama panel surya dari Hoshine Silicon Industry Co yang berbasis di China, tetapi tidak memberlakukan larangan semua impor silika dari Xinjiang dan mengatakan tindakan itu tidak akan membahayakan tujuan energi bersih AS.

Baca juga: IHSG akhir pekan mendarat di teritori positif
Baca juga: Saham China bukukan kenaikan mingguan didorong penguatan keuangan
Baca juga: Saham Eropa dekati rekor tertinggi didukung lonjakan industri


Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Waskita Karya jual saham tol di Sumut ke investor Hong Kong Rp824 miliar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar