Jember lakukan pemeriksaan antigen pada warga 10 desa/kelurahan

Jember lakukan pemeriksaan antigen pada warga 10 desa/kelurahan

Bupati Jember Hendy Siswanto meninjau pelaksanaan pemeriksaan antigen untuk mendeteksi penularan virus corona di Kantor Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (26/6/2021). (ANTARA/ HO Diskominfo Jember)

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jember di Provinsi Jawa Timur melakukan pemeriksaan antigen pada warga 10 desa/kelurahan dalam upaya mencegah penularan virus corona penyebab COVID-19, termasuk virus corona varian Delta.

"Ada 1.000 paket (alat tes) swab antigen yang selanjutnya akan disalurkan ke 10 desa yang tersebar di 10 kecamatan," kata Bupati Jember Hendy Siswanto saat meninjau pelayanan tes antigen massal di Kantor Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Sabtu.

Pemeriksaan antigen antara lain dilakukan pada warga Desa Ajung di Kecamatan Ajung, Desa Cangkring di Kecamatan Jenggawah, Desa Jubung di Kecamatan Sukorambi, Desa Wringinagung di Kecamatan Jombang, dan Kelurahan Tegalbesar di Kecamatan Kaliwates.

Selain itu, pemeriksaan antigen dilaksanakan di Desa Suci di Kecamatan Panti, Desa Sukorejo di Kecamatan Sukowono, Desa Kranjingan di Kecamatan Sumbersari, Kelurahan Slawu di Kecamatan Patrang, dan Desa Sumberjambe di Kecamatan Sumberjambe.

Seorang warga Desa Ajung, Faridatul Lutfiah, mengaku lega telah menjalani pemeriksaan antigen meskipun belum mengetahui hasilnya.

"Ini pengalaman pertama saya dites antigen dan saya merasa lega setelah menjalani swab antigen meskipun belum mengetahui hasilnya dari petugas puskesmas," ujarnya.

Bupati mengatakan, pemerintah kabupaten melaksanakan pemeriksaan massal untuk mendeteksi penularan COVID-19 menyusul munculnya persebaran virus corona varian Delta yang menurut para ahli lebih ganas dan lebih mudah menular.

Dia meminta seluruh warga Kabupaten Jember menjaga diri dan orang lain dari penularan virus corona dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas).

"Kalau kita patuh protokol kesehatan, maka kasus COVID-19 menurun, sehingga sedikit demi sedikit ekonomi kita juga akan pulih kembali," katanya.

Baca juga:
577 orang berusaha menghindari pemeriksaan antigen di kawasan Suramadu
Razia dan tes antigen digelar di Pasar Ikan Nusukan Solo

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

IDAI: anak-anak harus diuji & dilacak kontak COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar