Waka Komisi IX DPR usul telemedisin isoman COVID-19 karena RS penuh

Waka Komisi IX DPR usul telemedisin isoman COVID-19 karena RS penuh

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris saat berkunjung ke RSDC Wisma Atlet (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengusulkan pemerintah membuat terobosan telemedisin untuk pasien isolasi mandiri COVID-19 karena situasi rumah sakit saat ini penuh.

Charles Honoris dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan lonjakan kasus COVID-19 yang makin tinggi beberapa hari belakang telah membuat fasilitas kesehatan penuh. Bahkan katanya ada pasien yang sampai dirawat di tenda-tenda darurat dan di atas mobil pikap yang terparkir di pelataran RS.

Baca juga: IDI usulkan Kemenkes sediakan sistem telemedisin untuk isoman COVID-19
Baca juga: PUPR siapkan Rusun Pasar Rumput jadi alternatif tempat isolasi mandiri


"Menghadapi ancaman faskes kolaps tersebut, pemerintah perlu membuat terobosan baru untuk tetap melayani kesehatan masyarakat," kata dia.

Terobosan tersebut lanjutnya bisa dengan memulangkan pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala ke rumah masing-masing untuk melakukan isolasi mandiri (isoman).

Namun di sisi lain, pemerintah harus tetap menjamin pemberian layanan kesehatan secara gratis kepada pasien isoman tersebut, yakni lewat telemedisin.

"Singkatnya, ‘telemedicine’ adalah penggunaan teknologi untuk memberikan layanan kesehatan secara jarak jauh. Dalam hal ini, dokter atau tenaga kesehatan di satu tempat menggunakan teknologi komunikasi untuk melayani pasien COVID-19 yang berada di tempat isoman masing-masing," ucapnya.

Telemedisin kata dia tidak hanya konsultasi daring jarak jauh saja, tetapi juga disertai pemberian obat-obatan dan multivitamin, serta pemeriksaan PCR. Charles mengatakan semua layanan itu harus dilakukan dengan gratis kepada pasien yang tidak tertampung di fasilitas kesehatan pemerintah.

"Dalam pelaksanaannya, ‘telemedicine’ bisa dilakukan terpusat di bawah komando Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang sudah berjejaring sampai ke daerah. Para relawan juga bisa ikut ambil bagian dalam telemedicine ini, misalnya untuk pengantaran obat-obatan dan sebagainya," ujarnya.

Kemudian lanjut dia disamping terobosan lewat telemedisin, pemerintah juga harus terus berupaya menambah fasilitas-fasilitas isolasi dengan menggunakan gedung-gedung kosong milik pemerintah, seperti sekolah, GOR, dan sebagainya. Tempat-tempat tersebut untuk pasien yang tidak memungkinkan isolasi mandiri di tempat masing-masing.

Baca juga: Muhaimin minta pusat-daerah kompak hadapi lonjakan kasus COVID-19
Baca juga: Anggota DPR apresiasi Wakapolres Jaksel selamatkan warga kena COVID-19


Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ini sikap Komnas HAM & DPR pada kasus polisi banting mahasiswa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar