DPRD: Perkuat penanganan COVID-19 di Surabaya mulai dari hulu

DPRD: Perkuat penanganan COVID-19 di Surabaya mulai dari hulu

Arsip Foto - Pelaksanaan protokol kesehatan di Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo di RW 12, Kelurahan/Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Rabu (1/7/2020). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya/am.

Penanganan mulai dari hulu tersebut di antaranya penguatan PPKM Mikro dan standarisasi Satgas COVID-19 hingga tingkat kampung, termasuk satgas COVID-19 di perkantoran dan perniagaan
Surabaya (ANTARA) - Pimpinan DPRD Kota Surabaya meminta pemerintah kota dalam penanganan COVID-19 mulai dari hulu semakin diperkuat menyusul kasus COVID-19 di Kota Surabaya, Jawa Timur, cenderung mengalami kenaikan akhir-akhir ini.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti di Surabaya, Senin, mengatakan, penanganan mulai dari hulu tersebut di antaranya penguatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM) Mikro dan standarisasi Satgas COVID-19 hingga tingkat kampung, termasuk satgas COVID-19 di perkantoran dan perniagaan.

"Pembinaan satgas ini harus berkala agar benar-benar mampu mengendalikan kasus," katanya.

Berdasarkan data dari laman lawancovid-19.surabaya.go.id sampai Minggu (27/6) 2021, sebanyak 491 warga terkonfirmasi positif dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. Jumlah tersebut terus mengalami kenaikan dari hari sebelumnya (26/6) yang baru 451 orang.

Menurut dia fungsi satgas tidak hanya sekadar mengukur suhu, namun terus memperkuat kebiasaan warga di lingkungannya dengan disiplin protokol kesehatan COVID-19.

"Untuk warga yang kesulitan memiliki masker yang standar, maka diharapkan pemkot bisa membantu," kata Reni.

Selain itu, lanjut dia, penambahan kasus harus ditekan, PPKM mikro juga harus dipastikan berjalan optimal. Begitu juga dengan satgas kecamatan hingga satgas kampung perlu diperkuat, yang kurang berjalan perlu didampingi, bila perlu dibantu pendanaan untuk satgas kampung tangguh.

"Penanganan mulai dari hulu ini, tujuannya warga disiplin protokol kesehatan agar kasus COVID-19 terkendali serta jika ada warga terpapar segera tertangani dengan cepat," kata Reni Astuti.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan bahwa saat ini Pemkot Surabaya sudah menggerakkan Satgas Jaga Kampung untuk mengawasi dan menindak pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi setiap wilayah.

Ia  juga mengajak seluruh warga Surabaya untuk saling menjaga satu sama lain serta bangkit bersama dengan melakukan berbagai upaya preventif untuk memutus rantai penyebaran COVDI-19.

Selain itu, juga meminta kegotong-royongan warga untuk sama-sama membantu pemerintah kota dalam menangani pandemi COVID-19.

Baca juga: Cenderung naik, Surabaya kaji Stadion GBT tempat isolasi COVID-19

Baca juga: DPRD sarankan skema bantuan sembako warga di Surabaya tepat sasaran

Baca juga: Tren kasus naik, Surabaya tambah dua gedung isolasi di Asrama Haji

Baca juga: Warga beraktivitas ke luar masuk Surabaya diwajibkan urus SIKM

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jubir Presiden paparkan 3 pencapaian di 2 tahun pemerintahan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar