Australia hanya akan buka perbatasan internasional jika aman

Australia hanya akan buka perbatasan internasional jika aman

Dokumentasi - Kru penerbangan China Eastern Airlines dengan memakai masker pelindung saat kedatangan di Bandara Internasional Sydney, Australia, Kamis (23/1/2020). AAP Image/Joel Carrett/via REUTERS/wsj/cfo

Sydney (ANTARA) - Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg pada Senin mengatakan bahwa negara itu hanya akan membuka perbatasan internasional jika aman untuk melakukannya dan berdasarkan saran medis.

Frydenberg berbicara pada sebuah acara peluncuran 'Laporan Antargenerasi' 2021, yang memproyeksikan prospek ekonomi dan anggaran pemerintah Australia selama 40 tahun ke depan.

Australia menutup perbatasannya pada Maret 2020 untuk membantu mengatasi pandemi COVID-19. Negara itu hanya mengizinkan warganya kembali dengan kewajiban menjalani karantina di hotel selama 14 hari.

Australia sejauh ini bernasib jauh lebih baik daripada banyak negara maju lainnya dalam menangani penyebaran virus corona, dengan lebih dari 30.450 kasus dan 910 kematian akibat COVID-19.

Langkah penguncian, aturan pembatasan sosial yang ketat, dan pelacakan kontak yang cepat telah membantu negara itu berhasil menekan wabah sebelumnya. Tetapi, kasus COVID varian Delta yang bergerak cepat telah membuat khawatir otoritas kesehatan Australia.

Sumber: Reuters

Baca juga: Tim tanggap COVID Australia adakan pertemuan darurat di tengah wabah

Baca juga: Penerbangan Selandia Baru-Australia terbitkan peringatan COVID-19

Baca juga: Sydney hadapi 'periode paling mengerikan' di tengah varian Delta


 

Menhub terapkan pembatasan penerbangan dari India

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar