Pemerintah Aceh respons cepat terkait kebocoran gas di Aceh Timur

Pemerintah Aceh respons cepat terkait kebocoran gas di Aceh Timur

Kepala Pelaksana BPBA, Dr. Ilyas dan sejumlah perangkat kerja Pemkab Aceh Timur meninjau warga yang mengungsi akibat kebocoran gas PT Medco di Aceh Timur, Senin (HO/Humas Pemerintah Aceh)

Pemkab Aceh Timur langsung melakukanĀ  evakuasi warga setempat pada malam kejadian
Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Aceh merespons cepat kejadian dugaan kebocoran gas di Aceh Timur pada Minggu (27/6) yang berimbas kepada warga di wilayah Gampong Panton Rayeuk, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur.

“Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan sejumlah perangkat kerja Pemkab Aceh Timur langsung melakukan  evakuasi warga setempat pada malam kejadian,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto di Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan sejak semalam atas arahan dan perintah Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Sekda Aceh langsung menggelar rapat bersama sejumlah Kepala SKPA terkait untuk menindaklanjuti dan menangani kejadian tersebut.

Baca juga: Ratusan warga Aceh Timur mengungsi diduga karena gas beracun

Ia mengatakan Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Timur sudah mendirikan posko di halaman Kantor Camat Banda Alam, untuk mengkoordinir penanganan musibah yang terjadi.

Di posko tersebut pemerintah menyediakan tenda pengungsian, dapur umum, dan bantuan kesehatan yang ditangani langsung oleh dokter.

"Saat ini Kepala BPBA bersama tim sudah berada di lokasi kejadian langsung untuk memantau kondisi warga. Keadaan di lapangan berdasarkan laporan sudah aman dan terkendali. Tim kesehatan terus siaga," kata Iswanto.

Ia mengatakan kebutuhan makan dan minum pengungsi telah disiapkan Dinas Sosial Aceh Timur dengan mengadakan dapur umum dan luruh bahan pangan untuk makan dan minum itu dibantu sepenuhnya oleh PT Medco.

Baca juga: Anggota DPRA minta pertanggungjawaban BPMA terkait gas beracun

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas, dari lokasi kejadian melaporkan, saat ini ada sekitar 150 warga yang mengungsi di posko yang didirikan BPBA dan BPBD Aceh Timur di halaman Kantor Camat Banda Alam. Mereka yang dominan mengungsi adalah kaum hawa dan anak-anak.

Ilyas menjelaskan, sebanyak dua orang yang terdampak akibat kejadian tersebut masih dalam penanganan di RSUD Zubir Mahmud.

Ilyas mengatakan, sejumlah masyarakat lainnya yang datang ke puskesmas Keude Geureubak untuk diobservasi kini seluruhnya sudah kembali ke lokasi pengungsian tanpa adanya gangguan kesehatan.

Baca juga: Semua pasien keracunan gas di Aceh Timur dinyatakan sembuh

Ilyas menyebutkan, pihaknya siap menyediakan kebutuhan para pengungsi selama masa evakuasi berlangsung. Baik tempat penginapan, penanganan kesehatan, maupun kebutuhan makanan harian.

Ilyas menambahkan untuk mencegah terjadinya kebocoran yang berulang, tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh akan mengecek langsung kondisi di lapangan dan melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan.

Baca juga: 259 jiwa di Aceh Timur mengungsi akibat gas beracun

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Aceh ingatkan PNS bisa dipecat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar