Dinas Kesehatan Banjarmasin wajibkan sekolah bentuk Satgas COVID-19

Dinas Kesehatan Banjarmasin wajibkan sekolah bentuk Satgas COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi. ANTARA/Firman/aa.

kami optimis kekebalan komunal terwujud
Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan mewajibkan sekolah membentuk Satgas COVID-19 seiring kebijakan pembelajaran tatap muka dilaksanakan mulai tahun ajaran 2021-2022.

"Satgas ini wajib ada, jika tidak kami tak merekomendasikan sekolah dibuka," terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi, Senin.

Dijelaskan dia, Satgas yang terdiri dari guru, siswa hingga komite sekolah bertugas melakukan pengawasan guna memastikan protokol kesehatan benar-benar dijalankan secara disiplin oleh seluruh warga sekolah.

Kemudian evaluasi secara berkala juga wajib dilakukan oleh Satgas agar jika ada kekurangan dalam penerapan prokes dapat diperbaiki dan lebih ditingkatkan ketaatannya. Termasuk jika ada satu saja baik siswa maupun guru terpapar COVID-19, maka proses pembelajaran tatap muka dihentikan sementara.

"Harus ditanamkan kepada peserta didik bahwa di masa pandemi ini semuanya berubah. Misalnya budaya bersalaman ke guru tidak ada lagi. Masker wajib terus dipakai baik saat di kelas maupun jam istirahat kecuali saat makan. Begitu juga mencuci tangan harus sesering mungkin," jelasnya.

Baca juga: Usai dilantik, Ibnu-Arifin gerak cepat tangani COVID-19
Baca juga: Dinkes Banjarmasin anjurkan konsumsi ramuan COVID-19 Kemenkes


Diakui Machli, pemberian lampu hijau bagi dibukanya sekolah didasari melandainya kasus COVID-19. Di sisi lain, pihak sekolah yang dikoordinir Dinas Pendidikan juga memastikan bisa menerapkan protokol kesehatan yang disyaratkan.

Berdasarkan data terakhir pada Senin hari ini, kasus aktif COVID-19 di Ibu Kota Kalimantan Selatan itu hanya tersisa 83 orang dan satu kematian dalam 15 hari terakhir.

Status zona merah ataupun oranye pada 52 kelurahan juga tidak ada. Beberapa wilayah RT atau RW bahkan dinyatakan sebagai zona hijau alias bebas dari penularan COVID-19.

"Seiring program percepatan vaksinasi yang terus bergulir termasuk para tenaga guru maka kami optimis kekebalan komunal terwujud di tengah masyarakat, sehingga aktivitas dapat berjalan normal lagi begitu juga kegiatan sekolah," tandasnya.

Baca juga: Banjarmasin gelar pelayanan vaksinasi COVID-19 di delapan masjid
Baca juga: Dinkes Banjarmasin instruksikan tes antigen bagi pendatang baru
Baca juga: Disbudpar apresiasi warga taati larangan berwisata ke siring sungai

 

Pewarta: Firman
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Akabri 1999 vaksinasi 500 ribu penduduk tanah air

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar