Bandung (ANTARA News) - Kondisi terakhir arus mudik Lebaran di jalur Nagrek, hingga Selasa pagi, mengalami peningkatan. Sejak Senin malam, kendaraan yang melintas baik dari arah Bandung menuju Tasikmalaya atau Garut, dan dari arah sebaliknya, didominasi oleh kendaraan pribadi dan sepeda motor.

Menurut keterangan petugas di beberapa Pos Pam di Nagreg, seperti Pos Pam Cikaledong, Cagak, Pamunatan, serta 2 Pos Pam yang ada di jalur Lingkar Nagreg, tidak diterjadi penumpukan akibat lonjakan kendaraan.

Namun diperkirakan, H-3 Selasa atau H-2 Rabu besok akan terjadi lonjakan kendaraan yang cukup tinggi, bahkan mungkin akan terjadi kemacetan.

Untuk mengatasi kejadian tersebut, maka petugas akan melakukan sistem buka tutup oleh petugas di Cikaledong dan Pamuncatan, karena jalur Lingkar Nagreg belum maksimal untuk digunakan.

Apalagi jika terjadi hujan seperti dua hari kemarin, kondisi Lingkar Nagreg sangat licin dan rawan longsor, serta menyulitkan pengemudi untuk melewati tanjakan. Akibatnya sampai Senin kemarin jalur tersebut, masih ditutup.

Ketika dihubungi, Kepala Dishub Kabupaten Bandung, Yayan Subarna,menjelaskan, untuk pasilitas pendukung,seperti rambu dan penerangan di jalur Lingkar Nagreg diharapkan hari ini sudah selesai.

"Meski medan cukup berat, namun jika rambu dan penerangan sudah terpasang, maka kan membantu para pengguna jalur Lingkar Nagreg," kata dia.

Menyinggung arus di kawasan Cileunyi, menurut Yayan, kondisi arus mudik Lebaran tahun sekarang, tidak akan jauh berbebeda dengan tahun 2009 lalu.

"Tahun lalu, dalam puncak arus mudk di gerbang tol Cileunyi mencapai 45.000 kendaraan perharinya," kata dia.(*)
(ANT/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010