Jakarta (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong investor untuk memperkaya dan menambah pengetahuannya terkait investasi guna menghindari terjadinya kerugian akibat hanya mengikuti pompom saham yang kini makin marak.

"Investasi sebaiknya dibekali dengan pengetahuan serta informasi, dan tidak dilakukan hanya karena ikut-ikutan orang lain. Kami mengajak seluruh masyarakat yang ingin berinvestasi di pasar modal, khususnya saham, agar belajar terlebih dahulu," ujar Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Sihar Manullang dalam laman laman media sosial resmi BEI di Jakarta, Selasa.

Kristian mengatakan, sebagai regulator pasar modal Indonesia, pihaknya terus memberikan edukasi kepada para investor, khususnya investor pemula, agar dapat berinvestasi dengan aman dan nyaman di bursa saham. Salah satunya agar para investor tersebut terhindar dari fenomena “pompom” saham atau ajakan membeli saham dengan jaminan keuntungan tertentu.

Fenomena pompom saham memang menjadi perbincangan hangat di media sosial, beriringan dengan kenaikan jumlah investor pasar modal Indonesia yang melonjak di tengah pandemi COVID-19. Untuk itu, BEI mengingatkan investor untuk terus memperbanyak pengetahuan dan literasi tentang pasar modal.

Kristian menyampaikan, BEI memiliki program edukasi yang bekerja sama dengan perusahaan sekuritas anggota bursa dan ditujukan bagi calon investor atau investor untuk belajar investasi di pasar modal, yaitu Sekolah Pasar Modal (SPM). Dia menambahkan, para investor bisa belajar tentang pasar modal lewat SPM dan mendaftar melalui website.

"Masyarakat dapat melihat jadwal SPM dan mendaftarkan diri melalui website di sekolahpasarmodal.idx.co.id. Bagi yang mau bertanya terkait SPM, bisa menghubungi BEI melalui instagram," ujar Kristian.

Lebih jauh lagi, Kristian juga mengimbau agar investor selalu mencari dan membaca terlebih dahulu informasi terkait saham yang akan dibeli atau dimiliki. Salah satu yang paling penting adalah membaca laporan keuangan perusahaan tercatat. Selain itu, terdapat pula berbagai keterbukaan informasi perusahaan yang perlu diketahui juga oleh investor.

"Laporan keuangan dan keterbukaan informasi perusahaan tercatat dapat dilihat di website IDX. Investor perlu untuk membaca serta menganalisis laporan keuangan perusahaan tercatat. Hal ini dapat membantu investor memahami fundamental perusahaan, sehingga investor dapat mengetahui saham tersebut layak atau tidak untuk dimiliki," kata Kristian.

Kristian menuturkan, BEI juga memiliki berbagai kebijakan yang dapat membantu investor untuk meningkatkan kehati-hatian investor dalam menentukan keputusan investasinya.

Kebijakan tersebut antara lain pengumuman Unusual Market Activity (UMA), notasi khusus, dan pengumuman suspensi saham. Selain itu, dikatakan Kristian, BEI juga telah menambah tindakan pengawasannya dengan menerapkan "immediate action" sejak kuartal kedua tahun 2020.

"Immediate action merupakan upaya pencegahan dan atau mengurangi transaksi yang tidak wajar di bursa, dengan memberikan informasi ke anggota bursa atau broker tentang adanya perilaku transaksi investor yang terindikasi berpotensi menjadi transaksi tidak wajar," ujar Kristian.

Baca juga: Ekonom: IPO perusahaan teknologi jadi katalis tarik minat investor
Baca juga: BEI sesuaikan kalender libur bursa, seiring pergeseran libur nasional
Baca juga: BEI: Investor saham di Sulteng naik 145 persen di semester 1 2021

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2021