Bank Mandiri salurkan pinjaman valas ke ZINC 96 juta dolar

Bank Mandiri salurkan pinjaman valas ke ZINC 96 juta dolar

VP Corporate Banking Bank Mandiri Hamzah Syawaludin dan Direktur Utama ZINC Harjanto Widjaja menandatangani perjanjian kredit valas antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) dengan total mencapai 96 juta dolar AS. ANTARA/HO-Mandiri.

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menandatangani perjanjian kredit valas dengan PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) dengan total mencapai 96 juta dolar AS yang akan digunakan untuk membiayai operasional perusahaan serta mendukung modal kerja ZINC.

Dari total pinjaman yang diberikan tersebut, mayoritas akan dipakai untuk kebutuhan modal kerja serta belanja modal ZINC dalam menambah kapasitas produksi di sektor pertambangan mineral. Di samping itu, Bank Mandiri juga memberikan tambahan pinjaman non tunai sebesar 14 juta dolar AS.

SVP Corporate Banking Bank Mandiri Helmy Afrisa Nugroho dalam pernyataan di Jakarta, Selasa, mengatakan, kerjasama tersebut merupakan salah satu strategi perusahaan untuk terus mendukung industri pertambangan dan diharapkan dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi ke depan.

"Dukungan ini menjadi bukti realisasi Bank Mandiri untuk menjadi mitra finansial utama pilihan nasabah dengan berbagai produk keuangan utama yang diharapkan mampu mendukung pemulihan ekonomi ke depan," ujar Helmy.

Helmy menambahkan, ke depan Bank Mandiri juga akan terus menggali potensi kredit di sektor-sektor prospek positif lainnya seperti Fast Moving Consumer Goods (FMCG), perkebunan sawit dan minyak kelapa sawit atau CPO, energi serta konstruksi.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha ZINC Evelyn Kioe mengatakan sebagian dana hasil perjanjian kredit itu akan dipakai untuk memperkuat sisi produksi perusahaan seperti investasi infrastruktur penambangan guna menambah kapasitas produksi.

Salah satunya yakni pembangunan smelter yang berada di Kotawaringin, Kalimantan Tengah. Pembangunan fasilitas pertambangan tersebut direncanakan akan memasuki tahap commisioning pada kuartal III 2021 dan menjadi smelter pemurnian timbal pertama di Indonesia.

"Kami berharap dengan perjanjian kredit ini dapat memacu produksi sesuai dengan target sebelumnya, dan target penyelesaian smelter milik ZINC dapat berjalan baik sejalan dengan program hilirisasi yang dicanangkan Pemerintah Indonesia," kata Helmy.

Adapun, kerjasama tersebut ditandatangani VP Corporate Banking Bank Mandiri Hamzah Syawaludin dan Direktur Utama ZINC Harjanto Widjaja serta disaksikan oleh SVP Corporate Banking Bank Mandiri Helmy Afrisa Nugroho dan Direktur Pengembangan Usaha ZINC Evelyn Kioe.

Baca juga: Bank Mandiri prediksi harga minyak 67,7 dolar AS per barel tahun ini
Baca juga: Bank Mandiri perkirakan penjualan mobil naik 39,5 persen tahun ini
Baca juga: KAI gandeng Bank Mandiri percepat pembayaran ke pemasok dan vendor

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polda Kepri tangkap tiga pengusaha terlibat pencucian uang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar