BNNP Sulsel membongkar produsen tembakau sintetis

BNNP Sulsel membongkar produsen tembakau sintetis

Kepala BNNP Sulsel Brigjen Pol Ghiri Prawijaya di sela peringatan HANI 2021, di Makassar. ANTARA/Suriani Mappong

Sungguh mengkhawatirkan jika sempat berproduksi lebih lanjut
Makassar (ANTARA) - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) Brigjen Pol Ghiri Prawijaya mengatakan BNNP Sulsel sepanjang 2021 telah menangani kasus narkotika dengan 16 tersangka, termasuk telah membongkar clandestine lab jenis tembakau sintetis.

"Ini adalah bentuk penanganan dalam bidang 'supply reduction', BNNP Sulsel telah melakukan penindakan terhadap segala bentuk kejahatan narkotika," kata Ghiri, di Makassar, Selasa.

Salah satu di antaranya, ujar dia, BNNP Sulsel telah membongkar clandestine lab jenis tembakau sintetis (mdmb-4en pinaca). Ini artinya Sulsel sudah menjadi produsen narkoba dan bukan hanya sebagai tujuan pasar narkotika.

Dia mengatakan, produksi rumah tangga itu yang membuat tembakau sintetis itu berhasil digerebek dan disita fasilitas produksinya, sebelum berproduksi lebih banyak.

"Sungguh mengkhawatirkan jika sempat berproduksi lebih lanjut, namun pada awal kami sudah gagalkan," katanya pula.

Barang bukti yang berhasil disita sejak Januari-Juni 2021 sesuai paparan saat memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 di Makassar, terdapat sabu-sabu seberat 13,9 kilogram, ganja 3,3 kg, sintetis 3,1 kg, pinaca 30 gram, dan khusus sabu-sabu 95 kg dengan 4 orang tersangka.

"Khusus kasus 95 kg sabu-sabu ini dengan tersangka 4 orang ditangani oleh BNN RI dan telah dimusnahkan di Jakarta, karena ada jaringan dengan BNNP lainnya," kata Ghiri.

Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya terus menjalin kemitraan dengan instansi dan para stakeholder di lapangan dalam membangun komitmen bersama memberantas narkoba.
Baca juga: BNN: Angka prevalensi narkotika di Sulsel 0,99 persen
Baca juga: BNNP Sulsel ungkap 120 kilogram narkoba hingga Juni 2021

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar