Presiden: Kunci pemulihan ekonomi adalah menekan COVID-19

Presiden: Kunci pemulihan ekonomi adalah menekan COVID-19

Tangkapan Layar - Presiden Joko Widodo dalam Musyawarah Nasional ke-VIII Kamar Dagang dan Industri di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/6/2021). ANTARA/Indra Arief

Kunci urusan ekonomi adalah bagaimana COVID-19 ini ditekan agar hilang dari bumi pertiwi ini
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo mengatakan kunci pemulihan ekonomi nasional adalah dengan menekan angka kasus COVID-19, karena berkaitan dengan indeks keyakinan konsumen.

"Kunci urusan ekonomi adalah bagaimana COVID-19 ini ditekan agar hilang dari bumi pertiwi ini," ujar Presiden dalam sambutannya pada pembukaan Munas VIII Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu, sebagaimana disaksikan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Presiden Jokowi mengatakan jika dilihat secara detail, kenaikan kasus COVID-19 selalu berpengaruh pada indeks kepercayaan konsumen.

Saat pembatasan ketat dilakukan, maka mobilitas masyarakat menurun dan angka kasus menurun, sehingga indeks kepercayaan konsumen naik.

Namun begitu angka kasus COVID-19 naik, indeks kepercayaan konsumen menurun.

"Selalu kita lihat seperti itu. Kenaikan kasus juga mempengaruhi penjualan ritel. Begitu ada penambahan kasus harian, indeksnya pasti turun, di Thailand juga sama," kata Presiden.

Sehingga, kata Presiden, angka purchasing manager index untuk manufaktur, saat ini berada dalam posisi yang sangat tinggi.

"Sebelum pandemi 51, sekarang pada posisi 55 pada 3 Mei 2021 kemarin. Artinya ada optimisme di situ. Sisi suplai juga sama, produksi mulai menggeliat, ekspor tumbuh 58 persen, impor bahan baku tumbuh 79 persen, tinggi sekali, impor barang modal tumbuh 35 persen," jelas Presiden.

Selain itu, konsumsi listrik industri juga tumbuh 28 persen, indeks kepercayaan konsumen meningkat dari 85 pada Februari menjadi 104,4 saat ini.

"Optimisme itu ada. Indeks penjualan ritel juga tumbuh, konsumsi semen tumbuh 19,2 persen, penjualan kendaraan niaga 783 persen. Ini angka-angka yang menurut saya sangat fantastis kenaikannya. Oleh sebab itu seperti disampaikan Ketua Kadin, kita semua masih optimistis bahwa di kuartal kedua tumbuh 7 persen dari sebelumnya kuartal I minus 0,74 persen," kata Presiden Jokowi.

Baca juga: Presiden: Pemerintah finalisasi kebijakan PPKM darurat hari ini

Baca juga: Presiden sebut Indonesia belajar dari India tangani lonjakan COVID-19

Baca juga: Presiden minta kabupaten tingkatkan cakupan vaksinasi COVID-19


 

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden Jokowi resmikan Rusun Pasar Rumput

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar