Xi Jinping berjanji selesaikan 'penyatuan kembali' China dengan Taiwan

Xi Jinping berjanji selesaikan 'penyatuan kembali' China dengan Taiwan

Presiden China Xi Jinping melambaikan tangannya dari balkon yang terdapat foto mendiang pendiri China Mao Zedong pada acara peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis China di Lapangan Tiananmen di Beijing, China, Kamis (1/7/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Garcia Rawlins/wsj.

Beijing (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping pada Kamis berjanji untuk menyelesaikan "penyatuan kembali" negara itu dengan Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri dan berjanji untuk "menghancurkan" setiap upaya kemerdekaan formal untuk pulau itu.

Xi menyampaikan sikap keras itu pada saat peringatan ulang tahun ke-100 Partai Komunis yang berkuasa.

China menganggap Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai bagian dari wilayahnya.

China di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping telah meningkatkan upaya untuk menegaskan klaim kedaulatannya terhadap Taiwan, termasuk dengan mengirim jet tempur dan pembom ke dekat pulau itu secara teratur.

"Memecahkan pertanyaan Taiwan dan mewujudkan penyatuan kembali tanah air adalah tugas sejarah yang tak tergoyahkan dari Partai Komunis China dan aspirasi bersama semua rakyat China," kata Xi dalam pidatonya dari Lapangan Tiananmen Beijing.

"Semua putra dan putri China, termasuk rekan senegaranya di kedua sisi Selat Taiwan, harus bekerja sama dan bergerak maju dalam solidaritas, dengan tegas menghancurkan setiap plot-plot untuk 'kemerdekaan Taiwan'," ujar Xi.

Walaupun China tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya, Xi menyerukan proses "penyatuan kembali secara damai".

Namun, Xi juga mengatakan bahwa tidak ada yang boleh "meremehkan tekad, tekad, dan kemampuan kuat rakyat China untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas wilayah".

Dewan Taiwan untuk Urusan China Daratan mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya sedang mengerjakan tanggapan atas komentar Xi.

Setelah kalah perang saudara dari Partai Komunis Mao Zedong, pihak Pemerintah Republik China yang kalah melarikan diri ke Taiwan pada 1949.

Sebagian besar orang Taiwan tidak menunjukkan minat untuk berada di bawah pemerintahan China. Pemerintah Taiwan mengatakan hanya penduduk pulau itu yang dapat memutuskan masa depan mereka, dan telah mengecam tekanan dari China.

China meyakini pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen adalah seorang separatis yang bertekad untuk mendeklarasikan kemerdekaan.

Namun, Tsai Ing-wen mengatakan Taiwan memang sudah merdeka dengan nama resminya, Republik China.

Sumber: Reuters
Baca juga: Xi Jinping hadiri perayaan seabad Partai Komunis China di Tian'anmen
Baca juga: Jelang Tiananmen: Taiwan minta China kembalikan kekuasaan ke rakyat
Baca juga: China sebut AS ancam perdamaian saat kapal perang lintasi Selat Taiwan

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Xi memimpin perjuangan China melawan kemiskinan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar