TVRI jadi salah satu "brand" terpercaya publik

TVRI jadi salah satu "brand" terpercaya publik

Ilustrasi (ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan)

Jakarta (ANTARA) - Digital News Report 2021 yang dikeluarkan Reuters Institute & University of Oxford menunjukkan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI kini mampu menjadi salah satu brand atau merek yang terpercaya di publik.

Pengamat Media Ignatius Haryanto dalam siaran pers diterima di Jakarta Kamis, mengatakan hasil Digital News Report 2021 yang dikeluarkan oleh Reuters Institute & University of Oxford pada akhir Juni kemarin merupakan hal yang mengejutkan sekaligus membanggakan terutama pada saat melihat laporan tentang Indonesia.

Brand Trust Scores TVRI ada pada urutan ketiga dari berbagai media yang dikonsumsi publik di Indonesia. Skor 66 persen menunjukkan bahwa TVRI dianggap menjadi salah satu media yang dipercaya di Indonesia," kata dia.

Berita tersebut menurut dia menggembirakan karena artinya publik Indonesia sudah mampu membedakan mana media yang independen dan mana media yang partisan.

"Sementara itu di sisi lain TVRI juga telah melakukan tugas utamanya sebagai lembaga penyiaran publik yaitu untuk menyiarkan informasi yang bisa diandalkan. Saya berharap, prestasi TVRI akan semakin meningkat ke depan dan itu artinya dapat meraih kepercayaan yang semakin besar dari publik di Indonesia” katanya.

Reuters Institute untuk Studi Jurnalisme bekerja sama dengan University of Oxford menggandengYouGov (dan mitra) menyebar kuesioner daring pada akhir Januari hingga awal Februari 2021.

Baca juga: TVRI siap bermigrasi ke siaran TV digital

Pihak penyelenggara mengambil 2.007 sampel dari Indonesia dalam rangka untuk memahami bagaimana corak berita yang dikonsumsi di sejumlah negara. Salah satu corak pemberitaan di negara yang dipelajari oleh Reuters Institute & University of Oxford tersebut adalah Indonesia.

Beberapa hasil temuan kunci (key findings) dari laporan tersebut menyebutkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia memanfaatkan sejumlah media dalam mengonsumsi berita.

Lebih dari setengah atau 89 persen responden memanfaatkan media dalam jaringan (daring) yang didominasi media sosial untuk mendapatkan informasi terkini. Selanjutnya, sebanyak 58 persen responden mengatakan menonton televisi untuk memperbarui pengetahuan tentang berita terkini.

Media cetak seperti koran dan majalah, berada di posisi terakhir dengan hanya 20 persen responden yang menjadikannya sebagai rujukan berita.

Sejumlah perusahaan media mendapatkan perolehan skor yang berbeda-beda berdasarkan penilaian responden dari sisi tingkat kepercayaan (brand trust scores).

Baca juga: TVRI dan Pemprov Kepri jalin kerja sama pendirian stasiun televisi

”Menariknya, merek berita dengan jangkauan terbesar (TVOne) juga merupakan salah satu merek dengan minoritas besar (12 persen) di mana publik mengatakan tidak percaya, dan hal tersebut mungkin disebabkan oleh gaya pelaporan berita yang lebih sensasional," tulis laporan Digital News Report dari Reuters Institute & University of Oxford.

Capaian media dengan tingkat kepercayaan tertinggi diperoleh CNN, 69 persen, diikuti Kompas 67 persen, TVRI 66 persen, Detik.com 64 persen, dan SCTV khususnya Liputan 6 sebesar 62 persen.

Dari hasil laporan tersebut, TVRI terbukti mampu meraih kepercayaan publik yang sangat baik di mata masyarakat hingga masuk dalam jajaran tiga besar perusahaan media nasional.

Capaian tersebut tidak hanya karena program berita yang disajikan, melainkan juga karena adanya ragam siaran yang dihadirkan, baik dari sisi pendidikan maupun hiburan yang relevan untuk konsumsi masyarakat pada umumnya hingga ke pedesaan.

Sebab, jika merujuk pada laporan Reuters Institute & University of Oxford tersebut, masyarakat perkotaan (urban) lebih banyak mengakses berita melalui daring maupun media sosial.

Baca juga: Dirut TVRI temui Gubernur Kalteng tingkatkan sinergi pembangunan

Namun, untuk menjangkau jutaan masyarakat yang tidak terjamah dari pemberitaan daring, maka penetrasi televisi dan radio lebih signifikan sebagai sumber utama rujukan berita di masyarakat pedesaan (non-urban).

LPP TVRI mampu mengkapitalisasikan sumber daya tersebut sehingga masyarakat Indonesia yang saat ini sekitar 55-60 persen lebih banyak tinggal di luar perkotaan masih mempercayakan LPP TVRI sebagai rujukan utama informasi, pendidikan, maupun hiburan.

LPP TVRI berharap dapat terus mewujudkan visi menjadi lembaga penyiaran kelas dunia yang memotivasi dan memberdayakan, melalui program informasi, pendidikan dan hiburan yang menguatkan persatuan dan keberagaman guna meningkatkan martabat bangsa.

Terlebih di tengah pandemi COVID-19 yang belum melandai, LPP TVRI berperan penting sebagai referensi utama seluruh masyarakat Indonesia, sehingga dapat menyaring informasi yang mengandung hoaks dan fitnah yang berpotensi melahirkan disintegrasi bangsa.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Migrasi tv digital peluang bisnis penyiaran lokal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar