counter

Dua Jemaah Haji Mataram Meninggal

Dua Jemaah Haji Mataram Meninggal

Mataram (ANTARA News) - Dua orang jemaah haji Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), meninggal dunia di Mekah, Arab Saudi karena sakit dan usia lanjut di atas 60 tahun.

Pelaksana tugas Kepala Kantor Departemen Agama Kota Mataram Drs. H. Muhamad kepada wartawan di Mataram, Rabu, mengatakan dua jamaah haji yang wafat tersebut adalah Amaq Rusli (61) asal Punia Kelurahan Mataram Barat dan Inaq Jemah (62) asal Ampenan.

Sekitar 680 jamaah haji Kota Mataram kini masih berada di Mekah dan kini sedang melakukan ibadah umrah, sedangkan bagi jamaah haji kelompok terbang (kloter) utuh akan kembali ke Mataram pada 9 Desember dan kloter campuran pada 13 Desember 2009.

Ia menjelaskan pemerintah terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi jamaah haji, namun terkadang masih juga terjadi kekurangan sehingga masih perlu perbaikan.

``Rata-rata jamaah haji yang meninggal dalam usia lanjut, sehingga pemerintah berencana untuk membatasi usia bagi calon jamaah haji, sebab melaksanakan ibadah haji memerlukan fisik yang kuat,`` katanya.

Minat masyarakat di Kota Mataram untuk menunaikan rukum Islam kelima terus meningkat, hal ini terlihat dari jumlah daftar tunggu yang mencapai ribuan orang dan jika mereka mendaftar tahun 2009 baru akan berangkat ke Mekah lima tahun kemudian.

Kalau dilihat dari biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) sekitar Rp36 juta, maka biaya tersebut cukup murah dibandingkan harga ternak dan harga tanah.

"Kalau sepuluh tahun lalu masyarakat berangkat ke Mekah harus menjual tanah atau sawah sekitar 25 are, sekarang cukup menjual satu are bisa berangkat, karena harga tanah lebih dari Rp50 juta perare," katanya.

Secara keseluruhan jumlah jamaah haji NTB yang meninggal di Mekah dan Madinah tercatat delapan orang dan mereka telah dimakamkan di makam Baiq Madinah dan Mualla Mekah.

"Sementara pemberangkatan jamaah haji NTB hingga kini masih menggunakan embarkasi antara dengan singgah di Bandara Juanda Subayara sekitar empat jam kemudian baru diberangkatkan ke Jedah," katanya.(*)

Editor: Imansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2009

Komentar