Boyolali (ANTARA News) - Seorang haji asal Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Ali Djinnah masih tertinggal di Mekah, Arab Saudi karena dia menderita sakit dan perlu perawatan intensif di rumah sakit setempat.

Seorang haji tersebut terpaksa belum dapat dipulangkan ke Tanah Air karena masih menjalani perawatan yang intensif di Rumah Sakit Jahir, Mekah, Arab Saudi, kata Kasubbag Pengumpul dan Pengolahan Data PPIH Debarkasi Surakarta, Ahmad Suaidi, di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jumat.

Menurut Suaidi, dari hasil keterangan dari Tim Kesehatan haji Indonesia (TKHI) di Mekah, seorang jemaah tersebut menderita gangguan jantung sehingga belum diperbolehkan pulang ke Tanah Air.

Namun, petugas haji di Arab Saudi nantinya akan memindahkan haji tersebut ke rumah sakit di Jedah agar lebih dekat pengontrolannya karena konsul haji ada di kota itu.

Sementara Ketua PPIH Dembarkasi Surakarta H. Masyhudi mengatakan, seorang haji yang masih tertinggal di Tanah Suci akibat sakit. Petugas haji di Jedah dapat memulangkan, jika dia sudah ada surat izin dari dokter yang merawat.

"Selama haji itu sakit dan dirawat di Arab Saudi biaya akan ditanggung oleh pemerintah sampai dia pulih," kata Masyhudi.

Terkait hal tersebut, kata Masyhudi, pihaknya sudah memberitahukan kepada petugas haji daerah asal yang kemudian untuk dilanjutkan ke pihak keluarga yang bersangkutan.

Haji Meninggal di Pesawat

Sementara seorang haji Sutiati (73) warga Kagokan RT1/RW11 Panjang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta yang tergabung kelompok terbang 86 meninggal dunia, saat perjalanan pulang ke Tanah Air.

Staf Humas PPIH Asrama haji Donohudan, Boyolali, Zaenal Abidin, haji yang meninggal tersebut, bersama rombongan kloter 86 tiba di Bandara Adi Sumarmo Surakarta, Kamis (31/12) pukul 17:45 WIB.

Menurut dokter TKHI kloter 86, Rani Ervina, setibanya di Asrama Haji Donohudan, haji tersebut meninggal dunia akibat sakit gangguan hati saat perjalanan pulang. haji itu meninggal saat pesawat yang membawa haji pulang ke Tanah Air satu jam setelah take off dari Bandara King Abdul Aziz Jedah.

Peristiwa tersebut terjadi berawal ketika pesawat kloter 86 mulai terbang pulang ke Tanah Air, Sutiati masuk ke toilet di dalam pesawat. Setelah itu pesawat sedikit bergoncang karena cuaca buruk.

Haji tersebut keluar kondisi badan lemas dan kemudian menglami kejang-kejang terus pinsan. Tim kesehatan berusaha menolong dengan memberikan bantuan penafasan dan pasien diberikan infus.

Namun, haji tersebut tetap tidak dapat ditolong jiwanya, setelah diberikan alat kejut untuk memacu jantungnya.

Setelah itu, awal pesawat memberikan informasi kejadian itu ke petugas haji di Medan untuk menyiapkan sebuah peti jenazah karena kondisi penumpang penuh. Pesawat setelah tiba di Medan, jenazah haji tersebut dimasukan ke peti dan diletakan kabin pesawat.

"Jenazah almarhum Sutiati langsung dibawa pulang ke Debarkasi Surakarta untuk diserahkan ke pihak keluarganya," kata Zaenal. (*)

Editor: Ricka Oktaviandini
Copyright © ANTARA 2010