Filantropi jadi fondasi dalam membangun peradaban pendidikan

Filantropi jadi fondasi dalam membangun peradaban pendidikan

Sekretaris Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Emaridial Ulza MA. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Emaridial Ulza MA mengatakan filantropi merupakan fondasi dalam membangun peradaban pendidikan di Tanah Air.

“Filantropi merupakan gagasan dan pondasi penting dalam berkehidupan bernegara. Bukan hanya itu, sejumlah perguruan tinggi di dunia seperti Harvard, MIT dan Cambridge University, dan kampus lahir dari gerakan filantropi,” ujar Emaridial dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu.

Hal itu diungkapkannya dalam seminar bertajuk “Filantropi, Kampus dan Masyarakat” kerja sama Uhamka bersama Institut Agama Islam Negeri Kota Sungai Penuh (IAIN Kerinci).

Baca juga: Tanoto Foundation salurkan dana filantropi Rp157 miliar di 2020

Dia menambahkan filantropi merupakan gagasan dasar untuk mengembangkan pendidikan di Tanah Air.

“Kita tidak bisa hanya bergantung ke pemerintah, tapi juga bisa dari pemangku kepentingan lainnya yang potensinya bisa menjadi jauh lebih besar dari pemerintah. Saat ini saja potensi dana filantropi itu Rp279 triliun lebih, selama ini yang berhasil dikumpulkan puluhan triliun, maka ini adalah peluang,” jelas dia.

Beberapa konsep dasar dan fenomena filantropi yang ada di Indonesia sama halnya dengan perguruan tinggi dunia. Pihaknya sudah menjalankan gerakan filantropi dengan beberapa konsep, Misalnya dari dana yang didapatkan dari pemangku kepentingan dikembangkan dalam konsep usaha atau pemberdayaan sehingga nantinya uang tersebut berputar, dan bisa bermanfaat untuk mahasiswa dalam bentuk bantuan biaya kuliah, bukan hanya itu saja disamping biaya kuliah pihaknya memberikan pekerjaan untuk mereka sebagai bentuk aktualisasi diri penyiapan untuk masuk dunia kerja atau berwirausaha nantinya.

Dengan gagasan filantropi tersebut, cita-cita pendiri bangsa agar warga negara berhak mendapatkan pendidikan akan terwujud.

“Dengan filantropi, tidak ada lagi anak bangsa yang tidak bisa kuliah karena masalah biaya, yang ada mereka berlomba-lomba untuk fokus berprestasi sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas,” terang dia.***3***

Baca juga: Sektor filantropi butuh peningkatan peran perbankan
Baca juga: Konsep filantropi Islam diyakini bisa entaskan kemiskinan
Baca juga: Dompet Dhuafa ramaikan Festival Filantropi


Pewarta: Indriani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemprov Kalbar serahkan bantuan obat COVID-19 untuk pasien isoman

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar