PLN Jatim siagakan 5.439 personel dukung PPKM Darurat

PLN Jatim siagakan 5.439 personel dukung PPKM Darurat

Petugas PLN UID Jatim melakukan perbaikan di salah satu instalasi listik di Jatim. (ANTARA/Malik Ibrahim)

Surabaya (ANTARA) - PLN Unit Induk Distribusi Jatim menyiagakan sebanyak 5.439 personel untuk mendukung upaya pemerintah dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlaku 3-20 Juli 2021 di Jawa-Bali.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Adi Priyanto di Surabaya, Minggu mengatakan, personel itu bertugas menjaga pasokan listrik untuk suplai produsen oksigen dan Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Jawa Timur

"Kami dari PLN Jatim memastikan kecukupan pasokan listrik, sebab dalam kondisi PPKM Darurat masyarakat dituntut untuk tetap berada di rumah, sehingga kehadiran listrik sangat penting," tutur Adi, dalam siaran persnya.

Baca juga: Wakil Ketua MPR minta pemerintah perluas bansos saat PPKM Darurat

Ia menjelaskan, sebanyak 5.493 personel itu berasal dari PLN UID Jawa Timur, PLN UIT JBM, PLN UP2B Jawa Timur, dan PT PJB.

Adi mencatat, saat ini total produsen oksigen di Jawa Timur berjumlah 8 pelanggan, dengan total daya 61,345 MVA sementara RS Rujukan COVID-19 berjumlah 113 yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur.

"Melonjaknya COVID-19 berpengaruh signifikan terhadap permintaan oksigen untuk suplai Rumah Sakit Rujukan COVID-19, oleh karena itu peran penting PLN di sini sangat dibutuhkan demi kelancaran produksi agar penanganan dan perawatan pasien COVID-19 tidak terkendala," katanya.

Adi mengatakan, selain itu PLN juga menyiagakan personel untuk menjaga keandalan di lokasi isolasi se-Jawa Timur di antaranya YPPII Malang, Rusun UB Dieng, Badan Diklat Malang.

Sebelumnya, di sisi distribusi PLN UID Jawa Timur juga telah menggelar apel serentak 2.281 personel di seluruh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan se-Jawa Timur, Sabtu (3/7).

Sebanyak 2.281 personel ini terdiri dari 136 personel Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), 1338 personel di 114 Unit Layanan Pelanggan, 561 personel mitra kerja, dan 246 personel Harprev Borderless.

Personel dilengkapi dengan peralatan pendukung siaga berupa 16 unit Genset Mobile, 131 unit UGB, 4 unit UPS Portabel, 3 unit UPS Mobile, 369 Mobil yantek, 52 unit truk, 684 unit Sepeda ULC, 8 Unit Mobil PDKB SL, 13 Unit Mobil PDKB Berjarak, 12 unit mobil skylift, dan 11 unit mobil crane.

Dari sisi transmisi, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menyiagakan 2.608 personel yang terdiri dari PDKB, ULTG, Regu pemeliharaan, dan Tenaga Alih Daya.

Baca juga: Pemkab Jember perketat penyekatan perbatasan saat PPKM Darurat

Sementara 67 personel berasal dari Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jawa Timur, dan 483 personel dari PT PJB.

"Beban puncak malam sebesar 5606 MW dengan daya mampu 8.361 MW, kita masih memiliki cadangan 2.755 MW sehingga dipastikan pasokan listrik aman,” kata Adi.

Dari sisi pembangkitan, energi listrik di Jawa Timur dipasok oleh Pembangkit UP Gresik kapasitas 2218 MW, UP Brantas 275 MW, UP Paiton 800 MW, UBJOM PLTU Paiton kapasitas 660 MW, UBJOM PLTU Tanjung Awar-Awar kapasitas 700 MW, dan UBJOM PLTU Pacitan 630 MW.

Adi berharap, komitmen dukungan PLN ini membuat kebijakan yang diberlakukan selama dua pekan dan menyasar kabupaten/kota di Jawa dan Bali tersebut dapat memutus rantai penyebaran virus corona, yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga: Kegiatan hajatan di Tulungagung diperketat selama PPKM Darurat
Baca juga: Satgas COVID-19 Depok tindak tegas kerumunan saat gelar hajatan
Baca juga: ASPEK Indonesia minta Jokowi tetap lindungi hak karyawan saat PPKM

Pewarta: Malik Ibrahim
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ridwan Kamil: Zona resiko sedang Jabar 92 persen

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar